Suka Lupa Tiba-tiba Mau Ngapain? Bisa Jadi Kamu Alami Brain Fog

Millennialverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan lupa membawa barang. Foto: yamasan0708/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan lupa membawa barang. Foto: yamasan0708/Shutterstock

Apakah kamu suka tiba-tiba lupa sesaat untuk melakukan sesuatu atau membicarakan suatu hal? Hati-hati, bisa jadi kamu mengalami brain fog, lho.

Mengutip dari verywellmind, Brain fog atau kabut otak merupakan kondisi di mana seseorang merasa sulit untuk berkonsentrasi dan enggak bisa fokus ketika memikirkan suatu hal.

Kabut otak ini sebenarnya bukanlah kondisi medis, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala dari kondisi atau penyakit tertentu yang bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir dan mengingat.

Kondisi ini bisa dialami siapa saja dan kapan pun. Penyebabnya juga beragam, mulai dari kurangnya tidur, stres, kelelahan, depresi, demensia, kekurangan nutrisi, hingga infeksi virus, seperti COVID-19, SARS.

Lalu, bagaimana sih cara untuk mengatasi brain fog ini? Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi kabut otak.

Tidur yang cukup

Ilustrasi ibu susah tidur. Foto: chayapat karnnet/Shutterstock

Tidur sangat penting bagi otak dan tubuhmu untuk membersihkan racun-racun enggak sehat yang dapat menyebabkan kondisi kabut otak. Untuk itu, cobalah mengikuti jadwal tidur yang tetap dan usahakan untuk tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Hindari menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, atau televisi sebelum tidur.

Cobalah hal-hal baru

Ilustrasi traveler yang traveling di perkotaan sambil melihat smartphone. Foto: kitzcorner/Shutterstock

Jaga agar pikiranmu tetap aktif dengan kegiatan yang merangsang mental dan berusahalah untuk mencoba hal-hal baru. Misalnya, ambil rute yang berbeda ke tempat kerja, cobalah pendekatan yang berbeda terhadap tugas yang kamu lakukan secara teratur, atau dengarkan musik yang berbeda. Hal ini dapat membantu meningkatkan produksi zat kimia otak yang disebut norepinefrin, yang dapat menstimulasi otak.

Hindari multitasking

Ilustrasi perempuan multitasking. Foto: Chaay_Tee/Shutterstock

Multitasking dapat menguras energimu dan menurunkan produktivitas, terutama jika kamu mencoba melakukan dua aktivitas yang membutuhkan pemikiran sadar. Sebagai gantinya, cobalah fokus pada satu hal dalam satu waktu.

Latihlah daya ingatmu

Ilustrasi anak berpikir. Foto: Shutter Stock

Jika kamu yang mudah lupa, cobalah menggunakan berbagai trik untuk meningkatkan daya ingatmu. Misalnya, sajak, mnemonik, atau isyarat visual atau verbal dapat membantu kamu mengingat hal-hal penting. Kamu juga bisa mencoba pengulangan; misalnya, jika seseorang memberi tahu kamu namanya, kamu bisa mengucapkannya kembali kepada mereka, nah ini juga bisa membantu kamu mengingatnya.

Beristirahatlah sejenak

Ilustrasi Perempuan Istirahat Foto: Dok. Shutterstock

Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak di siang hari, di mana kamu enggak usah memikirkan apa pun dan menikmati momen tersebut. Kamu bisa memejamkan mata, berjalan-jalan sebentar, atau melihat ke luar jendela. Selain itu kamu juga bisa melatih pikiranmu dengan meluangkan sedikit waktu untuk berpikir secara mendalam setiap hari. Misalnya, jika kamu telah membaca sebuah artikel, luangkan waktu 10 menit untuk memikirkan isi artikel tersebut.

Fokuskan perhatian

Ilustrasi Fokus Terganggu. Foto: Shutterstock

Jika kamu terganggu oleh banyak hal atau kehilangan fokus, cobalah untuk memperlambat dan memfokuskan semua perhatianmu pada satu tugas. Kemudian, berusahalah untuk menyelesaikan tugas tersebut, sekecil apa pun itu. Selain itu, kamu juga bisa tetap berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang dapat meningkatkan suasana hati, memori, dan kognisimu.

Cobalah meditasi

Ilustrasi perempuan meditasi dengan menggunakan aromaterapi dengan essential oil. Foto: Shutter Stock

Meditasi dapat membantu mengurangi stres dan merilekskan otak dan tubuhmu. Selain bermeditasi, tetap aktif secara fisik juga bisa meningkatkan kesehatan mentalmu. Kemudian ikuti pola makan yang sehat agar membantu daya ingat dan kesehatan otak.

Menerima perawatan medis

Ilustrasi konsultasi dengan psikolog saat pandemi COVID-19. Foto: Shutter Stock

Jika kamu merasa kabut otak mungkin terkait dengan depresi, gangguan tiroid, kekurangan nutrisi, atau kondisi medis lainnya, pastikan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan.

Laporan Mutiara Oktaviana