Survei: Milenial Indonesia Masih Sibuk Menabung Dibanding Investasi

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Investasi untuk perempuan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Investasi untuk perempuan. Foto: Shutterstock

Sebuah perusahaan global terkemuka di bidang pertukaran aset kripto, Luno, baru-baru ini telah mengumumkan hasil survei globalnya yang bertajuk The Future of Money. Survei tersebut bertujuan untuk mempelajari sikap terhadap uang (Money Attitudes) yang diambil dari 7.000 responden yang tersebar di benua Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Survei ini juga mencakup kelompok milenial (23-38 tahun) dan menganalisis perilaku mereka dalam hal manajemen keuangan, investasi, dan tabungan.

Berdasarkan hasil survei dari para responden di Indonesia, Luno menemukan bahwa sekitar 69 persen kaum milenial Indonesia enggak punya strategi investasi. Alhasil, kaum milenial Indonesia masih sibuk menabung daripada menggunakan uang yang mereka miliki untuk investasi. 44 persennya hanya berinvestasi sekali setiap satu atau dua tahun, dan bahkan 20 persen dari mereka enggak berinvestasi.

Padahal, survei juga menemukan 79 persen kaum milenial telah menetapkan anggaran bulanan dan 70 persen dari mereka cenderung mengikuti rencana anggaran tersebut.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kaum milenial Indonesia sebenarnya cukup disiplin dengan rancangan anggaran keuangan mereka, namun mereka enggak tahu bagaimana menggunakan uang ini juga untuk investasi, daripada sekadar menyimpannya dalam rekening bank.

General Manager Luno untuk Aia Tenggara, David Low. Foto : Dok. Kumparan

"Milenial di Indonesia sebenarnya terbuka sekali dengan bentuk investasi baru. Mereka menemukan investasi uang mereka dalam bentuk teknologi itu lebih seksi, namun enggak tahu betul soal bitcoin dan cara menginvestasikannya. Maka dari itu, Luno provide education sebanyak mungkin melalui channel kami, di Facebook dan YouTube," ujar David Low, General Manager Luno untuk Asia Tenggara.

Padahal, populasi milenial Indonesia diperkirakan akan mencapai 34 persen dari total populasi pada tahun 2020, dan akan menjadi salah satu pendorong utama perekonomian negara. Karena itu, penting agar kaum milenial mempelajari lebih lanjut kelebihan dan manfaat dari strategi investasi yang terstruktur.