Tanda Hidup Kamu dalam Mode Autopilot, Ini Tips Mengatasinya

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi laki-laki bekerja dengan serius. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laki-laki bekerja dengan serius. Foto: Shutterstock

Apa kamu sering tidak menyadari apa saja aktivitas yang sudah dilakukan setiap hari, atau lupa apa saja yang dialami selama perjalanan ke kantor? Bisa jadi kamu sedang menjalani kehidupan dengan mode autopilot.

Ya, tidak hanya smartphone, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjalani kehidupan dalam mode autopilot. Bahkan menurut penelitian dari Marks & Spencer yang dilakukan Dr. Mark Williamson dan Professor Renata Salecl, saat mengamati 3000 orang responden, 96 persen di antaranya menyatakan mereka hidup dalam autopilot. Apa itu?

Mode autopilot adalah kondisi saat seseorang menyelesaikan rutinitas sehari-hari berdasarkan kebiasaan hingga tertanam ke dalam pikiran bawah sadar. Bisa dikatakan, segala aktivitasnya dilakukan tanpa kesadaran penuh dan lebih mengandalkan naluri. Hal ini disebabkan kehidupan sehari-hari yang semakin sibuk, sehingga otak kita akan cenderung memakai mode default autopilot.

Hidup secara autopilot sebenarnya tidak lantas membawa pengaruh negatif. Namun hal ini membuat seseorang kerap merasa tidak 'utuh' dalam menjalani kehidupannya. Kondisi ini juga bisa memicu penurunan kualitas hidup dan produktivitas akibat rasa bosan akibat aktivitas yang itu-itu saja.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menonaktifkan mode autopilot

1. Terapkan hidup mindfulness

Terapkan gaya hidup mindfulness. Foto: Shutterstock

Sesuai artinya, istilah ini mengacu pada kesadaran penuh terhadap keadaan sekitar, termasuk perasaan, pikiran, dan sensasi tubuh saat ini. Dilansir VeryWell Mind, lebih dari 400 penelitian mengemukakan kesimpulan yang sama bahwa mindfulness efektif membantu hampir semua orang meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis, termasuk menurunkan stres, meningkatkan memori, dan memperkuat hubungan dengan sekitar.

Gaya hidup mindfulness bisa dipraktikkan dengan menghindari kebiasaan terlalu sering bermain handphone saat beraktivitas, termasuk belajar dan bekerja. Kamu juga bisa mulai berlatih meditasi di sela-sela istirahat agar pikiran kembali rileks.

2. Tetapkan batasan

Setting boundaries atau menentukan batasan dengan orang-orang sekitar bukan berarti membuat kita menjadi pribadi yang tertutup dan tidak memedulikan sekitar. Justru hal ini merupakan langkah untuk memberikan batasan, jarak, ruang dan privasi kamu kepada orang lain.

Menentukan batasan akan membuatmu berani mengatakan suka atau tidak suka terhadap sesuatu, serta menerima atau menolak sesuatu di luar kemampuan kita. Dampaknya tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tapi juga dapat membangun hubungan sehat dengan keluarga, pasangan, sahabat hingga rekan kerja.

3. Lakukan evaluasi diri

Evaluasi diri membuat kita bisa mengetahui sampai di tahap apa kita melangkah, apa yang harus dipertahankan, dan apa yang bisa tingkatkan. Lewat evaluasi diri, kamu juga bisa kembali mengoreksi tujuan hidup yang ingin dicapai dan menyusun langkah jangka pendek untuk mewujudkannya.

Bila masih bingung melakukannya, kamu bisa memulainya dengan mencatat apa saja yang telah dicapai dalam setahun ke belakang, dan apa yang ingin dicapai di masa depan. Kemudian lakukan evaluasi dan atur skala prioritas agar kamu lebih fokus mencapainya.

4. Mengikuti kegiatan positif yang baru

Mengikuti kegiatan positif untuk mengembangkan potensi diri. Foto: Shutterstock

Aktivitas yang itu-itu saja tentu membuat rasa bosan rentan datang, dan ujung-ujungnya memberi pengaruh buruk terhadap produktivitas. Selama di rumah aja, sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan agar tetap bisa produktif, bahkan mengembangkan potensi diri.

Kelas pengembangan diri bisa menjadi kegiatan untuk mengalihkan perhatian ke arah positif saat jenuh, sekaligus mengenali potensi diri yang mungkin belum tergali. Nah, kamu bisa memanfaatkan platform pelatihan online seperti Skill Academy by Ruangguru untuk meningkatkan pengembangan diri menuju hidup yang lebih baik.

Skill Academy menyediakan ratusan kelas untuk mempelajari berbagai topik mulai dari pengembangan diri, pelatihan soft skill, hard skill, dan lain sebagainya. Mulai dari kelas bahasa dan public speaking untuk mengasah skill komunikasi, kelas teknologi dari tingkat dasar sampai advance, kelas bisnis dan digital marketing, dan masih banyak lainnya.

Seluruh kelas di Skill Academy dilengkapi dengan sertifikat kelulusan yang akan didapatkan oleh pengguna setelah pelatihan selesai dan materi dapat diakses seumur hidup.

Menggandeng para expert sebagai pengisi kelas, seluruh kelas di Skill Academy juga dilengkapi sertifikat kelulusan yang akan didapatkan oleh pengguna setelah pelatihan selesai dan materi dapat diakses seumur hidup. Untuk memudahkan peserta pelatihan, platform Skill Academy juga dapat diakses melalui website resmi di sini, maupun aplikasinya yang bisa diunduh di Google Play dan App Store.

Sudah berani keluar dari zona nyaman dan nonaktifkan mode autopilot kamu?

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Ruangguru