kumparan
8 November 2019 18:48

'Tarian Penghancur Raya': Kritik .Feast buat Aku, Kamu, dan Mereka

Sun Eater gelar Konser Here Comes The Sun
Penampilan Grup band .Feast di Konser Here Comes The Sun di Studio Palem Kemang, Jakarta Selatan. Foto: Helmi Afandi/kumparan
.Feast kecewa. Kepada kenyataan bahwa manusia gagal dalam menanggapi perubahan lingkungan. Baik alam dan budaya, secara bijak.
ADVERTISEMENT
Lihat saja, asap polusi kian pekat, memaksa manusia untuk memakai maskernya rapat-rapat.
.Feast juga mengecewakan hal lain, pada diri mereka sendiri dan orang-orang yang begitu hipokrit dalam mengkonsumsi budaya dan produk yang ada.
“Kita berlomba-lomba merusak seluruhnya yang asli dan asri, entah demi apa,” kata Baskara Putra (vokalis), dari keterangan yang diterima kumparan.
Kekecewaan ini tertuang dalam lagu terbaru mereka yang berjudul 'Tarian Penghancur Raya', yang dirilis Jumat (8/11). Bagi Baskara, lagu ini relevan untuk menanggapi keadaan sekarang.
“Ini kami tulis bukan hanya sebagai sebuah kritik terhadap keadaan secara umum, namun juga kepada diri kami sendiri,” ucap dia.
image.png
Video lirik 'Tarian Penghancur Raya' dari .Feast dok Youtube .Feast
Kritik dari .Feast khusyuk dan padat. Coba baca lirik berikut.
Berbicara cepat bilang haram, kearifan lokal yang dibungkam.
ADVERTISEMENT
Uap terlontar mengepung kota, berlomba ciptakan plastik kita.
Laut dan pegunungan kecewa, kudeta besar alam semesta.
Keadaan makin genting, maka, "Amalkan tarian penghancur raya, kobarkan tarian penghancur raya."
Selain lewat lirik, video untuk 'Tarian Penghancur Raya' juga menyampaikan pesan tersendiri. Videonya berwarna hitam-putih sederhana, menyorot seorang penari Gandrung asal Banyuwangi.
Ia berlenggak-lenggok sepanjang lagu. Hingga asap pekat menggelisahkan memenuhi ruangan, memintanya untuk segera memakai masker penutup mulut. Inikah tanda akan budaya yang mulai tercoreng?
image.png
Video lirik 'Tarian Penghancur Raya' dari .Feast dok Youtube .Feast
'Tarian Penghancur Raya' disampaikan dalam irama yang mengajak untuk menari. Menari sambil mengepalkan tangan, tanda sebuah antipati.
.Feast membuka lagu ini dengan alunan gamelan dan suara tetabuhan. Sahutan 'la la la' seakan menambah suasana gegap gempita.
ADVERTISEMENT
Meski enggak segahar lagu 'Dalam Hitungan' yang juga terdapat di album terbaru, 'Membangun dan Menghancurkan', Baskara cs enggak kehilangan nuansa bluesy-nya. Terlebih di bagian solo gitar pada akhir lagu.
Di sisi lain, pada verse ke-2, .Feast mengingatkan pendengar sama lagu 'Fitzpleasure' dari band asal Inggris, Alt-J. Kamu bisa mendengarkannya di bawah ini.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan