Ternyata Ini Perbedaan antara Kehidupan yang Bahagia dan Bermakna

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu sedang berpikir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu sedang berpikir. Foto: Shutter Stock

Enggak sedikit filsuf, peneliti, dan juga pemimpin spiritual yang memperdebatkan apa yang membuat hidup layak untuk dijalani.

Baru-baru ini, beberapa peneliti telah mengeksplorasi pertanyaan secara mendalam dengan mencoba memisahkan perbedaan antara kehidupan yang bermakna dan kehidupan yang bahagia.

Penelitian ini pun menunjukkan ada lebih banyak hal di dalam hidup daripada kebahagiaan dan mempertanyakan beberapa temuan sebelumnya.

Meskipun mungkin ada lebih banyak hal dalam hidup daripada kebahagiaan, mungkin juga ada lebih banyak kebahagiaan daripada kesenangan saja.

Mengutip dari Greatergood Berkeley, sebuah penelitian menemukan bahwa kehidupan yang bermakna dan bahagia sering kali berjalan beriringan.

Temuan ini menunjukkan bahwa makna terpisah dari kebahagiaan enggak terkait dengan apakah seseorang sehat, memiliki cukup uang, atau merasa nyaman dalam hidup.

Di bawah ini ada lima perbedaan utama antara kehidupan yang bahagia dan kehidupan yang bermakna.

Orang yang Bahagia Memuaskan Keinginan dan Kebutuhan

Ilustrasi wanita bahagia. Foto: Look Studio/Shutterstock

Tapi hal ini tampaknya sebagian besar enggak relevan dengan kehidupan yang bermakna. Sehingga kesehatan, kekayaan, dan kemudahan dalam hidup terkait dengan kebahagiaan bukan makna.

Kebahagiaan Fokus pada Masa Kini

Ilustrasi bahagia Foto: Shutterstock

Kebahagiaan itu melibatkan fokus di masa kini sedangkan kebermaknaan melibatkan pemikiran lebih banyak tentang masa lalu, sekarang, dan juga masa depan. Kebahagiaan juga terlihat hanya sementara sedangkan kebermaknaan bertahan lebih lama.

Kebermaknaan Berasal dari Memberi Orang Lain

Ilustrasi kado dari orang terkasih. Foto: Dok. Freepik

Kebahagiaan datang dari apa yang orang lain berikan kepadamu. Meski hubungan sosial terkait dengan kebahagiaan dan juga makna kebahagiaan terkait dengan manfaat yang diterima seseorang dari hubungan sosial terutama persahabatan. Sedangkan, kebermaknaan ini terkait dengan apa yang diberikan seseorang ke orang lain, seperti mengasuh anak.

Kehidupan yang Bermakna Melibatkan Stres dan Tantangan

ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock

Tingkat kekhawatiran, stres, dan kecemasan yang lebih tinggi dikaitkan dengan kebermaknaan. Hal ini menunjukkan bahwa terlibat dalam situasi yang menantang yang berada di luar diri sendiri mendorong kebermaknaan bukan kebahagiaan.

Ekspresi Diri Penting untuk Makna tapi Bukan Kebahagiaan

Ilustrasi wanita muslim sedang bingung Foto: Shutterstock

Melakukan hal-hal untuk mengekspresikan diri dan peduli dengan identitas pribadinya dan budaya terkait dengan kehidupan yang bermakna, bukan kehidupan yang bahagia. Misalnya, menganggap diri sendiri bijaksana atau kreatif dan dikaitkan dengan makna tapi bukan kebahagiaan.

Laporan Afifa Inak