Tidur Cukup hingga Kelola Stres Bantu Cegah Obesitas Bagi Perempuan Muda

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan dengan kelebihan berat badan. Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan dengan kelebihan berat badan. Foto: Shutter stock

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi wanita usia 18 tahun ke atas yang mengalami obesitas mencapai 29,3%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan obesitas pada pria yaitu sebesar 14,5%.

Obesitas adalah kondisi seseorang yang mengalami kelebihan berat badan jika dibandingkan dengan tinggi badannya. Wanita ternyata lebih rentan mengalami hal ini, lho.

Mengapa Wanita lebih Rentan Obesitas?

Metabolisme

Wanita memiliki lebih banyak lemak dan lebih sedikit otot daripada pria. Hal ini akan memengaruhi metabolisme, atau lebih dengan kata lain kalori yang dipakai saat beraktivitas.

Laju metabolisme dipengaruhi oleh massa otot. Semakin besar massa otot, akan semakin cepat laju metabolismenya.

Hormon

Estrogen adalah salah satu hormon wanita, jika terlalu tinggi atau rendah dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Perubahan hormon saat menjelang dan saat menstruasi juga menyebabkan adanya retensi cairan serta menimbulkan malas untuk berolahraga.

Hormon testosteron yang merupakan hormon pria berperan dalam membentuk massa otot. Hormon tersebut tidak banyak dimiliki oleh wanita. Hal ini berpengaruh ke risiko obesitas karena kurang massa otot menyebabkan metabolisme lebih lambat.

Menopause

Perempuan lebih rentan untuk bertambah berat badan ketika mengalami menopause karena perubahan hormon dan laju metabolisme yang menjadi lebih lambat.

Kondisi Reproduksi Wanita yang Muncul Akibat Obesitas

Ilustrasi menjaga berat badan Foto: Shutterstock

Ketidaksuburan

Wanita dengan IMT lebih tinggi membutuhkan waktu lama untuk hamil dan risiko infertilitas lebih tinggi karena perubahan hormon seks yang terjadi saat mengalami obesitas.

Perubahan yang dimaksud adalah sel lemak mengubah hormon pria bernama androstenedione menjadi hormon wanita bernama estrone.

Nah, estrone ini berpengaruh pada metabolisme bagian otak yang mengatur ovarium dan fungsi testikuler. Hal ini dapat berpengaruh buruk pada fungsi reproduksi.

Peluang Program Bayi Tabung Berhasil Lebih Rendah

Wanita yang mengalami obesitas memiliki peluang keberhasilan lebih rendah dalam IVF (bayi tabung). Misalnya respon terhadap induksi ovulasi yang kurang baik.

Komplikasi Kehamilan

Wanita yang mengalami obesitas memiliki risiko komplikasi dalam kehamilan seperti diabetes dan hipertensi gestasional.

Solusi Masalah Gizi pada Wanita

Ilustrasi pola makan sehat. Foto: Shutterstock

Meski demikian, kamu tak perlu khawatir. Ada berbagai solusi yang bisa dilakukan terkait perbaikan gizi yang dilakukan untuk mencegah obesitas, bahkan dianjurkan saat usia muda. Apa saja?

Atur Pola Makan

Atur pola makan dengan menerapkan prinsip gizi seimbang dan defisit kalori untuk menurunkan berat badan.

Jika awalnya suka mengonsumsi makanan tanpa kesadaran penuh atau hanya sekedar makan. Cobalah untuk memperhatikan baik-baik makanan yang dikonsumsi.

Pada prinsip defisit kalori, BMR, dan TDEE harus diketahui agar pemenuhan kebutuhan harian dapat dicapai, serta menghindari surplus kalori yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Ahli gizi bisa memberikan perhitungan dan menu diet yang tepat untuk defisit kalori.

Berolahraga

Olahraga adalah hal yang harus dilakukan saat sedang ingin menurunkan berat badan bersamaan dengan mengatur pola makan dalam defisit kalori.

Jika kamu tidak berolahraga, maka energi yang masuk ke dalam tubuh dan tidak terpakai akan dikonversi tubuh menjadi lemak.

Menurut WHO, olahraga sebaiknya dilakukan dalam 150 menit per minggu dengan intensitas sedang atau 75 menit per minggu dengan intensitas berat atau campuran sedang berat.

Tidur yang Cukup

Ilustrasi Perempuan Tidur Foto: Shutterstock

Kekurangan tidur akan menyebabkan perubahan hormon, termasuk hormon lapar dan stres. Hal ini akan mengakibatkan lapar palsu dan keinginan untuk makan yang menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Kelola Stres

Tahukah kamu? Ada lapar asli dan palsu. Biasanya, lapar palsu dipicu oleh emosi, baik itu positif mau pun negatif.

Mengelola stres menjadi kunci agar kamu tidak terperangkap lapar palsu yang dapat menyebabkan naiknya berat badan yang tidak diinginkan.

Capai Status Gizi/IMT Normal

Dengan bahaya obesitas yang cukup mengganggu dan berbahaya, usahakan untuk mencapai status gizi/IMT normal untuk menjaga kesehatan, ya!

Menurunkan berat badan memang bukan hal yang mudah. Karena itulah, perlu ahli gizi agar kamu bisa menurunkan berat badan dengan sehat dan tepat. Jika kamu sedang berupaya menurunkan berat badan? bisa simak penjelasan lebih lanjut pada link ini!