Tips Fotografi untuk Penggiat UMKM di Dunia Digital

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fotografer kumparan, Aditia Noviansyah memberikan pelatihan fotografi ke sejumlah penggiat UMKM dalam acara BNI Berikan Pelatihan Digital Marketing di Desa Pajerukan Banyumas. Foto: Dok. BNI
zoom-in-whitePerbesar
Fotografer kumparan, Aditia Noviansyah memberikan pelatihan fotografi ke sejumlah penggiat UMKM dalam acara BNI Berikan Pelatihan Digital Marketing di Desa Pajerukan Banyumas. Foto: Dok. BNI

Pandemi COVID-19 mengguncang berbagai sektor kehidupan, salah satunya di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Banyak pengusaha mencari cara agar usahanya tetap berjalan saat wabah virus COVID-19 menyerang kesehatan manusia di seluruh negara yang membuat mobilitas terbatas.

Guna melakukan percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi COVID-19, pemerintah berupaya mengoptimalisasikan produktivitas UMKM melalui digitalisasi, khususnya bagi UMKM yang masih menjalankan usaha secara luring atau offline.

Harus kita akui bahwa sektor UMKM menjadi penopang perekonomian nasional. Dengan sifatnya yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pondasi dasar ekonomi negara kita bertumpu pada sektor UMKM.

Fotografer kumparan, Aditia Noviansyah memberikan pelatihan fotografi ke sejumlah penggiat UMKM dalam acara BNI Berikan Pelatihan Digital Marketing di Desa Pajerukan Banyumas. Foto: Dok. BNI

Untuk kali ini kumparan akan membagikan tips fotografi kepada pelaku UMKM bagaimana cara memotret produk dengan menggunakan biaya yang terjangkau.

Siapkan Studio Mini

Studio Mini ini menjadi tempat kita memotret dan membuat konten terkait produk foto yang akan kita buat. Yang dibutuhkan untuk membuat studio mini ini antara lain; kain atau kertas karton untuk kita buat sebagai background studio. Selanjutnya kita membutuhkan lampu belajar atau lampu LED sebagai lighting studio.

Ilustrasi Studi Mini. Foto: Shutter Stock

Siapkan Ide untuk memperkuat Produk

Banyak orang menyebut foto yang mudah dimengerti oleh orang banyak secara cepat maka foto itu telah berhasil menyampaikan pesan yang dibuat oleh fotografernya. Di dunia produk, hal ini juga terkait dengan brand awareness, di mana kita mampu menggambarkan sejauh mana sebuah merek dikenal oleh konsumen.

Di poin ini yang cukup penting untuk disiapkan antara lain: properti, teknis fotografi itu sendiri, dan bahkan cerita apa yang harus kita buat harus bisa kita merepresentasikan pada sebuah foto.

Ilustrasi shoot list foto. Foto: Bits And Splits/Shutterstock

Teknis Fotografi

Di era saat ini fotografi terasa jauh lebih mudah, itu disebabkan perkembangan teknologi yang pesat di dunia fotografi. Mungkin bisa dikatakan saat ini semua orang yang menggunakan smart phone pasti memiliki fitur kamera.

Ketika dasar teknis fotografi sudah dibantu dengan gawai atau gadget yang kita gunakan, kita tinggal memperhatikan kebutuhan pencahayaan dan estetika dalam komposisi. Selalu ingat ya, kita harus terus memperhatikan format di mana foto itu akan kita pasang di media sosial. Seperti di Instagram (feed, Reels, Instastory), Tiktok, Facebook, dan Twitter.

Ilustrasi memotret makanan dengan gadget. Foto: kitzcorner/Shutterstock