Tips Merancang Portofolio Fotografi yang Menarik

Millennialverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana saat Fotografer Darwis Triadi memeragakan pemotretan fashion menggunakan kamera handphone di Museum Nasional. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat Fotografer Darwis Triadi memeragakan pemotretan fashion menggunakan kamera handphone di Museum Nasional. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Masih banyak orang tidak menyadari manfaat dari membuat portofolio foto. Padahal penting dalam menunjang karier ke depannya.

Sebagai seorang fotografer, portofolio merupakan hal yang wajib dimiliki. Salah satunya sebagai sarana untuk menyajikan hasil karya kepada calon klien atau perusahaan.

Sebab saat sedang mencari kerja, perekrut dapat mengetahui terlebih dahulu kualitas calon karyawan lewat portofolio.

embed from external kumparan

Maka itu, portofolio fotografi harus terlihat menarik. Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti, gaes.

1. Tata letak

Kumpulan karya fotografi yang rapi terorganisir akan lebih menggugah dan menarik perhatian, dibandingkan foto yang hanya diletakkan di folder komputer.

Masyarakat berjalan melewati karya foto David LaChapelle yang terlihat menyala di layar elektronik di jendela toko di Oxford Street, London, Inggris. Foto: TOBY MELVILLE/REUTERS

Memperhatikan tata letak atau layout foto-foto dapat membantu halaman menjadi harmonis, sehingga menarik untuk dilihat lebih lanjut.

2. Pilih foto yang terbaik

Proses memilih foto merupakan hal penting yang tidak boleh dilewatkan dalam pembuatan portofolio. Meski terdengar mudah, memilih foto terbaik dari sekian banyak hasil potret yang kamu ambil bisa menjadi tantangan tersendiri.

Contoh memotret dengan pengaturan B Foto: Shutter Stock

Kamu dapat memilih foto dengan ciri khasmu sebagai seorang fotografer. Dari teknik yang kamu gunakan, efek khusus, dan komposisi foto.

Hindari memilih foto hanya karena merasa mempunyai kenangan saat proses memotretnya. Sebab tujuan portofolio foto untuk kepentingan umum bukan pribadi.

3. Menentukan genre keahlian

Kini seorang fotografer dituntut serba bisa. Meski sepertinya berat, namun dapat membuat karya menjadi bervariasi.

Seorang fotografer saat menyelam untuk memotret di dalam air. Foto: Pixabay

Nah, dari banyaknya genre fotografi yang pernah dipotret, jangan menyatukannya begitu saja dalam sebuah portofolio. Hal tersebut dapat menimbulkan kesan tidak konsisten.

Jika terpaksa, pastikan kamu menyediakan beberapa portofolio dengan kategori yang berbeda, sehingga tetap nyaman untuk dilihat meski ada beragam genre di dalamnya.

4. Bentuk portofolio

Memilih karya foto. Foto: Shutter Stock

Jika portofolio kamu telah selesai, apa yang harus dilakukan? Mencetaknya atau membiarkan menjadi file digital?

Situasi yang terjadi sekarang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Kini seorang fotografer dituntut menjadi pribadi yang cepat dan ringkas. Maka itu pilihan file digital dalam bentuk website, pdf, atau slideshow komputer menjadi jawabannya.

Namun tetap harus perhatikan detail dari kerjaanmu. Misalnya kamu dapat membuat bentuk cetak dari portofolio untuk menayangkan hal detail dalam foto.

5. Minta pendapat orang lain

Memilih foto terbaik. Foto: Shutter Stock

Setelah selesai membuat portofolio fotografi, langkah selanjutnya adalah memastikan kumpulan karyamu layak ditampilkan kepada klien atau perusahaan.

Caranya, coba meminta pendapat dari orang lain. Bisa dari sesama fotografer atau orang terdekat.

Respons mereka dapat dijadikan bahan pertimbangan agar karyamu bisa lebih baik lagi. Jangan sungkan untuk menanyakan tata letak dan hasil karya fotomu, ya! Selamat mencoba!

****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.