Tips Sukses Kuliah dari Mahasiswa Peraih IPK Tertinggi di UI

Millennialverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi  belajar. Foto: Shuutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belajar. Foto: Shuutterstock

Christian Evan Chandra lulusan jurusan kuliah Ilmu Aktuaria Universitas Indonesia, dinobatkan sebagai peraih IPK tertinggi di kampusnya.

Dia menjadi satu-satunya lulusan tingkat sarjana yang meraih IPK 4 dengan predikat cumlaude.

Cowok 22 tahun itu menempuh masa studinya selama 3,5 tahun dengan skripsi berjudul Metode Bayesian dan Bootstrap untuk Mengestimasi Tabel Mortalitas Lengkap dan Rentang Premi Murni Asuransi Jiwa Tahunan di Indonesia Berdasarkan Tabel Mortalitas Ringkas.

Meraih IPK sempurna seperti Christian mungkin jadi impian kamu juga sebagai mahasiswa. Nah, cowok yang akrab disapa Cev itu membagikan tips sukses kuliah biar bisa lulus dengan hasil maksimal. Simak selengkapnya di bawah ini, seperti dilansir laman UI.

Memilih Jurusan Kuliah Berdasarkan Passion

Ilustrasi belajar . Foto: Shutterstock

Cev bilang ketertarikannya pada Matematika dan cabang ilmunya sudah ada sejak kecil. Baginya bidang studi tersebut sangat menyenangkan.

“Belajar pelajaran yang kita suka tanpa paksaan dari siapa pun, itu sangat menyenangkan,” katanya.

Dengan begitu, Cev sangat menikmati setiap proses belajarnya. Termasuk saat menemukan kendala dalam memahami materi-materi baru, yang menurutnya merupakan bagian dari proses belajar untuk mencari solusi.

Makanya, Cev dengan yakin memilih Ilmu Aktuaria usai menyelesaikan pendidikannya di SMAS Kristen 3 Penabur Jakarta pada 2017 melalui jalur SBMPTN.

Belajar secara Konsisten dan Mengelola Waktu dengan Bijak

Ilustrasi belajar . Foto: Shutterstock

Sebagai bentuk tanggung jawab atas pilihannya, Cev enggak mau menyia-nyiakan perjuangannya. Dia menyadari bahwa bebannya di perguruan tinggi jauh lebih berat daripada SMA.

Oleh sebab itu, dia berupaya untuk selalu belajar secara konsisten dan mengatur waktu dengan baik, sehingga enggak terbuang percuma.

Baik saat dalam perjalanan ke kampus atau pulang ke rumah, saat jeda di antara mata kuliah, bahkan ketika akhir pekan dimanfaatkan untuk belajar.

“Aku membiasakan diri untuk belajar dan berlatih setiap hari secara optimal. Aku mencari literatur yang sesuai sama apa yang akan dipelajari, dengan gaya penyampaian yang sesuai sama preferensiku, dan soal-soal ujian sampai studi kasus terkait,” kata Cev.

Percaya Diri tapi Tetap Terbuka

com-Ilustrasi belajar. Foto: Shutterstock

Pintar Matematika, bukan berarti selama kuliah selalu mulus. Dia mengaku sering mengalami kesulitan dalam mempelajari materi-materi baru.

Namun Cev selalu percaya potensi diri enggak dapat berkembang tanpa adanya kemauan dan usaha dalam mengatasi kesulitan belajar.

Untuk mengatasi hal tersebut, dia enggak merasa sungkan untuk berdiskusi dengan dosen, teman, bahkan hadir dalam forum-forum diskusi secara online.

“Keterbukaan diri itu penting. Ketika kita stuck di satu titik, maka jangan sungkan untuk bertanya,” ujarnya.

Menurutnya, semakin menguasai materi pelajaran maka akan semakin percaya diri dalam menjawab soal-soal sulit.

Fokus kepada Tujuan Belajar

com-Ilustrasi Belajar Foto: Shutterstock

Menjadi lulusan peraih IPK sempurna adalah hal yang sebelumnya enggak pernah dia sangka. Buat dia yang terpenting melaksanakan tugas sebagai mahasiswa sebaik mungkin.

Nilai terbaik, kata Cev, bukanlah satu-satunya tujuan. Sebab yang enggak kalah penting adalah bagaimana dapat mengimplementasikan dan membagikan ilmunya kepada orang lain.

“Aku berusaha agar tidak hanya memperoleh nilai yang baik, tapi juga memahami hal-hal di balik ilmu tersebut secara mendalam,” tutur Cev.