Upaya Meningkatkan Mutu Perguruan Tinggi Lewat Kerja Sama dengan Dunia Profesi
·waktu baca 3 menit

Akses perguruan tinggi dengan dunia profesi dan industri perlu untuk ditingkatkan guna membantu penyebarluasan SDM di semua bidang profesi. Termasuk pada jasa konsultan dan konstruksi.
Seperti yang diupayakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) DKI Jakarta dalam membangun kemitraan dengan kalangan akademisi perguruan tinggi.
"Dalam rakerda, DPD Perkindo menandatangani MoU dengan beberapa perguruan tinggi dengan tujuan membangun kemitraan," ungkap Ketua DPD Perkindo DKI Jakarta Agus Wahsudiyanto saat rakerda DPD Perkindo di Hotel Cosmo Amaroossa, Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/6).
"Selain itu, tujuan MoU ini adalah untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi dan meningkatkan profesionalisme dari anggota Perkindo itu sendiri," tambahnya.
Bentuk kerja sama dengan kalangan perguruan tinggi tersebut lanjut Agus, berupa kerja sama di bidang konstruksi dengan Fakultas Teknik Sipil dari tiga perguruan tinggi ternama yaitu Universitas Trisakti, Mercu Buana, dan Sahid Jakarta.
Sementara itu menurut Sekretaris DPD Perkindo Alekdjuma Ali, turut digelar seminar nasional dengan tema "Manajemen Penyelesaian Sengketa Kontrak Jasa Konsultasi".
"Digelarnya seminar nasional dengan tema manajemen penyelesaian sengketa kontrak jasa konsultasi sangatlah penting dan ini merupakan bentuk pelayanan terhadap anggota DPD Perkindo DKI Jakarta dalam bentuk advokasi," jelasnya dalam kesempatan yang sama.
"Nantinya rekan-rekan di DPD Perkindo harus paham mekanisme penyelesaian sengketa kontrak baik melalui Lembaga Penyelesaian Sengketa (LPS) yang dimiliki Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) maupun melalui arbitrase," papar Alekdjuma.
Pentingnya peranan jasa konsultan juga disampaikan Ketua DPP Perkindo Nunus Nugroho disela-sela jalannya rakerda. Menurut Nunus, profesi konsultan memiliki peran yang sangat besar untuk menuju Indonesia emas di 2045.
"Untuk menjadi negara maju dan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia, tentunya Indonesia harus melengkapi dirinya dengan membangun berbagai macam infrastruktur. Untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur tersebut tentunya banyak dibutuhkan jasa atau profesi konsultan," kata Nunus.
Besarnya peranan jasa konsultan juga disepakati Nur Fajar selaku perwakilan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang berhalangan hadir. Menurutnya, ibu kota yang akan pindah ke Kalimantan akan membuat kota ini sebagai Jakarta baru.
"Dengan menyandang Jakarta baru yang akan menjadi pusat perekonomian nasional, perdagangan, jasa, keuangan, investasi dan bisnis tentunya sangat membutuhkan jasa konsultan. Dengan menjadi Jakarta baru, konsultan diharapkan mampu membuat berbagai terobosan bagi Jakarta dan menjadi mitra kreatif dan inovatif," jelas Nur Fajar.
Dalam mewujudkan organisasi yang aktif kolaboratif dan progresif dengan orientasi friendship dan leadership, DPD Perkindo DKI Jakarta menggelar rakerda ke-IV dengan beberapa anggenda terkait perancangan anggaran dan kegiatan untuk 2024 dan mengevaluasi kegiatan DPD Perkindo di 2022 lalu.
(LAN)
