Upaya Paguyuban Marga Simbolon Wariskan Budaya Leluhur dan Jaga Kekerabatan

Millennialverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara puncak perayaan Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) ke-17, Minggu (7/7/2024). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Acara puncak perayaan Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) ke-17, Minggu (7/7/2024). Foto: Dok. Istimewa

Mewariskan dan melestarikan budaya leluhur di era modern jadi sebuah tantangan. Generasi muda pun diminta untuk meningkatkan kesadaran dalam upaya mewariskan budaya, termasuk budaya suatu marga.

Seperti yang diupayakan Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) yang baru saja menggelar puncak perayaan paguyuban Marga Simbolon ke-17, Minggu (7/7).

Menurut Ketua Umum PSBI, Effendi MS Simbolon, Effendi perayaan ini digelar secara rutin setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur bahwa dalam perjalanan waktu hingga saat ini, Marga Simbolon yang tersebar di berbagai wilayah tetap bisa menjalin kekerabatan secara baik.

"Marga Simbolon yang tersebar diberbagai belahan dunia, hari ini perwakilan dari 156 wilayah berkumpul ditempat ini. Giat rutin ini selalu kami gelar sebagai ungkapan rasa syukur bahwa Marga Simbolon tetap guyub kendati telah berkembang menjadi sekitar 300 ribu jiwa," ungkap Effendi.

Marga Simbolon yang yang sebagian besar beragama Kristen protestan, Katolik, Islam, serta kepercayaan Batak Kuno ini, lanjut Effendi sudah mencapai 25 garis keturunan, tetapi tetap akur dalam menjaga kekerabatan.

"Kami dari berbagai latar belakang dan agama, kita semua guyub, tidak pernah ada saling kontraksi. Kami harmoni karena kami dipersatukan oleh satu darah keturunan dan bukan dipersatukan karena profesi atau suatu kepentingan materiil semata," tutur Effendi yang juga anggota DPR/MPR RI ini.

Effendi Simbolon. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang banyak mendukung eksistensi keberadaan Marga Simbolon sebagai bentuk pewarisan budaya.

"Kami bersyukur perjalanan 17 tahun banyak didukung oleh pemerintah, hari demi hari, tahun demi tahun begitu banyak dukungan pemerintah. Pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota serta provinsi turut mendukung paguyuban keluarga ini sebagai salah satu bentuk pewarisan budaya yang dinilai penting bagi keutuhan bangsa," ujar Effendi.

Pada perayaan HUT ke-17 PSBI, jajaran pengurus PSBI juga menggelar serangkaian acara seperti bakti sosial, giat di bidang kesehatan, pemberian beasiswa, serta kegiatan pendidikan lainnya.

Selain itu, para pengurus PSBI juga melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) di Kalibata Jakarta Selatan pada Jumat (5/7) untuk mendoakan para pahlawan dari Marga Simbolon yang berjumlah 13 pahlawan.

Ke-13 pahlawan tersebut adalah Letkol St Mangara Monang Simbolon Sitanggang dan Kopral Martha Lumban Tobing yang merupakan orang tua dari Effendi MS Simbolon.

Lalu, St Maludin Simbolon, St Kasianu Bidin Simbolon, Arnoldh Simbolon, Theofilus Candra Simbolon, Muara Ulim Simbolon, Darius Simbolon, Willem Simbolon, Kol. Maludin Simbolon, Humala Tua Simbolon serta Drs Hotler Simbolon.