Upaya Sinar Mas Agribusiness and Food Lahirkan Petani Kelapa Sawit Modern

17 Februari 2022 9:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Salah satu milenial yang mendapat beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food. Foto: dok. Sinar Mas Agribusiness and Food
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu milenial yang mendapat beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food. Foto: dok. Sinar Mas Agribusiness and Food
Melanjutkan kuliah dalam bidang pertanian sering dianggap sebelah mata. Salah satu yang paling sering didengar yaitu "sekolah tinggi, kok balik lagi ke lahan perkebunan?"
Padahal, saat milenial masuk ke industri agrobisnis, kesan kuno dan ketinggalan zaman bisa segera ditanggalkan. Dengan pemahaman akan penggunaan teknologi, kegiatan bertani di tangan para generasi muda dapat lebih modern, produktif, dan efisien. Misal, menggunakan drone untuk menyemprotkan pupuk di perkebunan. Dengan teknologi drone, implementasi teknik pemupukan dapat jauh lebih efektif dan efisien.
Jika tidak menggunakan drone, petani perlu berkeliling untuk memastikan kondisi lahan terawat dan bebas hama. Tentu saja melelahkan dan sangat tidak efisien apalagi jika lahan yang dikelola cukup luas.
Menggunakan teknologi seperti drone, petani dapat mendeteksi masalah lebih cepat serta merumuskan tindakan yang perlu dilakukan didukung oleh hasil pemetaan area lahan serta tingkat kesehatan tanaman yang akurat.
Ilustrasi petani kelapa sawit modern menerbangkan drone. Foto: dok. Sinar Mas Agribusiness and Food

Penggunaan data digital di industri pertanian

Lahan besar seperti perkebunan kelapa sawit memilih menggunakan bantuan teknologi seperti drone untuk membantu mengolah data serta meningkatkan hasil panen pada masa tanam selanjutnya. Teknologi akan membantu mempersingkat pengelolaan data proses produksi minyak kelapa sawit dari hulu ke hilir. Di sinilah kemampuan milenial dalam membaca dan mengelola data diperlukan.
Milenial yang terjun ke industri pertanian dapat mengembangkan pengetahuannya dalam bidang data analytics and data science yang membantu industri untuk lebih maju.
Ketika data digital telah dikumpulkan, para milenial dapat mengidentifikasi tren serta mengembangkannya menjadi bentuk grafis yang ditampilkan dalam presentasi agar lebih mudah dibaca. Data inilah yang akan digunakan untuk mendukung operasional perusahaan, misalnya upaya pencegahan kebakaran atau mendorong produktivitas tanaman kelapa sawit.
Petani kelapa sawit modern tengah memantau operasional Perusahaan melalui perangkat digital. Foto: dok. Sinar Mas Agribusiness and Food
Teknologi mampu membantu mempercepat pengambilan keputusan yang tepat sasaran karena dibuat berdasarkan data yang diambil secara real time, sehingga dapat dilakukan secara efisien.

Diperlukan banyak petani milenial

Praktik pertanian modern seperti diatas membutuhkan banyak petani milenial. Bukan sekadar untuk mengolah lahan, kontribusi generasi muda ini juga dapat mendorong perekonomian nasional.
Menyadari hal tersebut, Sinar Mas Agribusiness and Food menggelar tiga program beasiswa pendidikan kepada para milenial yang memiliki semangat dan minat untuk menjadi pemimpin di industri agrobisnis. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan penuh, biaya hidup untuk para siswa berprestasi, serta kesempatan bekerja di salah satu perusahaan minyak kelapa sawit terbesar di dunia.
Sosialisasi beasiswa pendidikan Sinar Mas Agribusiness and Food ke anak sekolah. Foto: dok. Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food juga memberikan program magang kepada penerima beasiswa yang dipusatkan pada pengembangan kepemimpinan, soft skill, serta praktik-praktik terbaik pengelolaan perkebunan kelapa sawit di lapangan. Selama program magang ini, para penerima beasiswa belajar cara meningkatkan produktivitas kelapa sawit sekaligus mengembangkan dan menjalankan praktik agronomi terbaik dan berkelanjutan. Harapannya, mereka mampu menjadi pemimpin yang andal di industri kelapa sawit.
Salah satu alumni program beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food adalah Bambang Irwansyah Lubis. Bambang berhasil mewujudkan mimpi orang tuanya dengan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi lewat beasiswa yang diberikan perusahaan.
Bambang berhasil lulus dari Institut Pertanian Bogor pada 2010 dan kini telah bekerja sebagai Document & License Officer di Cendana Estate, Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food di Kalimantan Barat.
Bambang Irwansyah Lubis, salah satu penerima beasiswa dari Sinar Mas Agribusiness and Food. Foto: dok. Sinar Mas Agribusiness and Food
Indonesia masih membutuhkan banyak generasi muda yang mau berkontribusi memajukan industri pertanian bangsa seperti Bambang. Kini giliranmu mengambil peran itu bersama Sinar Mas Agribusiness and Food.
Terdapat tiga program beasiswa yang bisa dipilih, yaitu SMART Mills, SMART Agro, dan Beasiswa Prestasi. Beasiswa SMART Mills dan SMART Agro merupakan program pendidikan tiga tahun untuk meraih gelar diploma (D3) Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dengan peminatan Pabrik dan Kebun di Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB). Lulusan dari kedua program ini diharapkan dapat menjadi asisten agronomi dan mill yang handal.
Program beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food 2022. Foto: dok. Sinar Mas Agribusiness and Food
Sementara itu, program Beasiswa Prestasi merupakan jalur khusus untuk mendapatkan beasiswa tanpa harus melalui tes tertulis (tes potensi akademik dan tes psikologi). Calon pendaftar akan dinilai berdasarkan catatan prestasi akademik dan nonakademik untuk mengikuti program SMART Mills atau SMART Agro.
Informasi lengkap mengenai program beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food, bisa kamu klik di sini. Jangan lupa juga, ikuti media sosial Sinar Mas Agribusiness and Food lewat tautan ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Sinar Mas Agribusiness and Food