Video Pendek Kian Populer karena Milenial dan Generasi Z Gampang 'Salfok'

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Video Pendek Kian Populer karena Milenial dan Generasi Z Gampang 'Salfok' Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Video Pendek Kian Populer karena Milenial dan Generasi Z Gampang 'Salfok' Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Video pendek ala TikTok jadi sebuah tren yang kian populer di kalangan milenial dan generasi Z. Sebab ternyata, salah satu penyebabnya adalah rentang fokus dua generasi tersebut yang cukup pendek.

Yap, dilansir Forbes, rentang fokus yang dimiliki milenial cuma 12 detik. Sedangkan untuk generasi Z justru lebih singkat lagi, yakni delapan detik aja.

Generasi Z enggak cuma gampang salfok alias salah fokus. Mereka juga cenderung melompat-lompat dari satu hal ke hal lainnya, termasuk dalam menonton video di internet.

Secara rata-rata, milenial berganti-ganti antara tiga video dalam satu waktu. Di sisi lain, generasi Z bisa berpindah-pindah sampai lima video sekaligus.

Ilustrasi TikTok Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

"Itu jadi alasan kenapa akhirnya orang mau nikmatin short video. Video pendek memungkinkan untuk belajar sesuatu yang baru dari mana aja dan kapan aja," kata Angga Anugrah Putra, Head of Users and Content Operations, TikTok Indonesia, dalam konferensi pers virtual, belum lama ini.

Riset berjudul What You Watched in a Day juga mengungkapkan ada dua alasan besar milenial dan generasi Z konsumsi video pendek.

Pertama untuk mempelajari hal baru dan ke-2 untuk menggali minat diri.

"Hasil riset ini sejalan dengan tren konten yang ada di TikTok. Konten edukasi menjadi salah satu yang paling populer sejak akhir tahun lalu," terangnya.

Video pendek jadi wadah kreativitas milenial dan generasi Z

Walau durasinya pendek, bukan berarti milenial dan generasi Z enggak bisa memaksimalkan manfaatnya.

Jason Iskandar selaku Founder Studio Antelope mengatakan, video pendek bisa jadi wadah kreativitas khususnya bagi yang tertarik pada sinematografi.

“Enggak menutup kemungkinan format video singkat nantinya bisa menjadi format karya film baru, yang bisa membantu mengasah kemampuan untuk memproduksi film berdurasi panjang,” katanya, dalam kesempatan yang sama.