Viral Rapper Cilik Asal Gaza Bikin Lagu tentang Penderitaan di Palestina

Baru-baru ini viral seorang rapper cilik berusia 12 tahun dari Gaza, yang membuat lagu tentang penderitaan di Palestina.
Menggunakan beat dari lagu Cleanin’ Out My Closet milik Eminem, cowok bernama MC Abdul itu ngerap sekitar satu menit dalam lagu berjudul Palestina.
Dalam bahasa Inggris, dia menceritakan bagaimana rasanya kehilangan rumah yang penuh kenangan dengan keluarganya, diskriminasi yang didapat, hingga menegaskan bahwa pikirannya enggak akan bisa dijajah.
Berikut liriknya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Palestina dijajah selama berpuluh-puluh tahun. Namun ini rumah kami selama berabad-abad.
Tanah ini dari generasi ke generasi telah menjadi kenangan semua
Pohon zaitun menjamin rakyatku dapat makan. Hidup dengan keterbatasan ditindas dalam penjajahan.
Ingin melihat penderitaan? lihat wajah-wajah orang di sini. Bayangkan diusir dari rumahmu sendiri.
Kami berdoa saat mereka menghancurkan rumah kami. Tak mudah menjadikan ini jadi kata-kata
Melihat adik perempuanku, apakah ini yang pantas ia dapatkan? Tumbuh dewasa dimana ia terdiskriminasi karena tempat asalnya
Mereka mau menjajah tanah airku tapi tidak bisa menjajah pikiranku. Ku tahu diri dan ku tulis kehidupanku
Karena misiku untuk membuat orang mendengarkan. Ini untuk daerah sheikh jarrah semoga bisa membantu.
Videonya sedang ngerap di antara reruntuhan gedung diunggah ke Instagram @mca.rap dengan caption, "Beberapa minggu belakangan terasa sangat berat di rumahku, Kota Gaza. Aku hanya ingin dunia tahu tentang situasi di Palestina,".
"Musik membuatku terus maju. Semoga kalian baik-baik aja. Yang kami inginkan adalah kedamaian," lanjut Abdul.
Video MC Abdul Ngerap tentang Palestina
Hingga kini video itu telah mendapat lebih dari 4,6 juta views. Unggahannya juga dibanjiri komentar yang memuji bakat Abdul.
Dilansir NME, salah satu pujian datang dari DJ Khaled yang membagikan video tersebut di akun Instagram @djkhaled.
"Diberkatilah @mca.rap. Berdoa untuk kedamaian, cinta, dan persatuan di dunia. Cinta adalah jawabannya," tulis produser dan rapper yang pernah berkolaborasi dengan Justin Bieber itu.
Laporan: Afifa Inak
