Waspada Lingkungan Kerja Toksik, Bisa Dilihat dari Deskripsi Lowongan Pekerjaan

17 Oktober 2022 15:39
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi lingkungan kerja toxic.
 Foto: Warodom Changyencham/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lingkungan kerja toxic. Foto: Warodom Changyencham/Getty Images
ADVERTISEMENT
Saat ini, budaya kerja yang toksik menjadi salah satu alasan terkuat mengapa karyawan memilih untuk mengundurkan diri dari kantornya. Lingkungan kerja toksik ini tak dapat dihindari oleh para karyawan.
ADVERTISEMENT
Budaya kerja yang toksik ini dapat didefinisikan sebagai ritme kerja yang tak etis, para karyawan yang merasa tak dihargai, hingga manajemen yang tak adil. Selain itu juga ada tentang rekan kerja yang toksik.
Budaya kerja yang toksik ini sendiri dapat kamu lihat melalui deskripsi pekerjaan yang tertera di lowongan pekerjaan, lho. Berikut beberapa tanda buaya kerja toksik di lowongan pekerjaan yang harus kamu ketahui seperti dikutip dari The Muse.

Judul atau Bahasa yang Lucu dan Unik

Ilustrasi mencari lowongan pekerjaan secara online di tengah pandemi. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mencari lowongan pekerjaan secara online di tengah pandemi. Foto: Getty Images
Saat deskripsi pekerjaan di loker terlalu lucu atau unik, itu merupakan tanda bahaya kalau sebuah perusahaan enggak tahu siapa mereka, berusaha terlalu keras, dan mencoba menarik sisi yang lebih enggak dewasa dari seseorang.
Bahasa yang mencolok ini juga mungkin menunjukkan kalau perekrut enggak sepenuhnya paham dengan apa yang terjadi di dalam pekerjaan tersebut.
ADVERTISEMENT

Daftar Tanggung Jawab atau Pekerjaan yang Ambigu atau Terlalu Panjang

Ilustrasi kesenjangan gender di dunia pekerjaan. Foto: fizkes/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesenjangan gender di dunia pekerjaan. Foto: fizkes/shutterstock
Jika perekrut enggak memberi tahu alasan mengapa kamu berada di sana, maka dia enggak tahu dengan pekerjaan tersebut. Salah satu red flag pertama di pekerjaan yang harus kamu ketahui adalah enggak adanya deskripsi pekerjaan yang jelas.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Bahkan, selama wawancara, perekrut terus menghindari menjelaskan tanggung jawab yang harus kamu kerjakan.
Daftar pekerjaan dan tanggung jawab yang harus kamu ambil ini merupakan tugas dari perekrut untuk menjelaskan. Mereka harus dapat mengidentifikasi kebutuhan perusahaan, tugas yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, serta keterampilan dan pengalaman yang dicari dari kandidat.
Bukan tugas dari karyawan untuk menebak-nebak apa yang dibutuhkan dari posisi tersebut.

Harapan Jadwal yang Tak Jelas

Ilustrasi lingkungan kerja toxic. Foto: Getty Images/Blue Jean Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lingkungan kerja toxic. Foto: Getty Images/Blue Jean Images
Meskipun perusahaan tersebut adalah perusahaan global, mereka harus dapat memberi tahu kandidat tentang apa dan kapan jam kerjamu. Kurangnya kejelasan tentang jam kerja juga bsia menjadi kurangnya batasan di sekitar pekerjaan. Sehingga ini dapat dengan cepat mengubah budaya perusahaan menjadi toksik.
ADVERTISEMENT

Kisaran Gaji yang Sangat Luas

Ilustrasi memikirkan gaji yang cepat habis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memikirkan gaji yang cepat habis. Foto: Shutterstock
Seorang atasan atau perekrut harus mengetahui peran yang layak dan menawarkan kisaran gaji yang sesuai. Ini adalah tanda ambiguitas dari atasan tentang posisi dan apa yang diharapkan dari orang yang mengisi posisi tersebut.

Urgensi dan Bahasa Stres

Ilustrasi lingkungan kerja toxic. Foto: Getty Images/Tuaindeed
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lingkungan kerja toxic. Foto: Getty Images/Tuaindeed
Kecepatan dan urgensi waktu adalah tanda bahaya yang besar. Berhati-hati terhadap kalimat seperti “Lingkungan yang serba cepat”, “Kecepatan yang cepat” atau “Bekerja dengan baik di bawah tekanan”. Kalimat yang digunakan ini berlebihan atau mungkin merupakan eufemisme untuk sesuatu yang jauh lebih enggak menyenangkan jika dikatakan langsung.
Laporan Afifa Inak
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020