Wawancara Eksklusif dengan Oliver Tree: Sudah Terkenal, Malah Mau Pensiun

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Oliver Tree dok YouTube
zoom-in-whitePerbesar
Oliver Tree dok YouTube

Nama Oliver Tree makin dikenal berkat lagu Life Goes On yang viral di media sosial. Lagu tersebut sering dipakai sebagai latar musik untuk video-video TikTok hingga Instagram.

Untuk mengenalnya lebih dekat dengan sosok musisi asal Amerika Serikat ini, kumparan berkesempatan melakukan wawancara eksklusif melalui sambungan video.

Simak selengkapnya di bawah ini!

Hey, Oliver Tree! Apa kabar?

Aku baik dan senang bisa ngobrol sama kamu.

Aku juga. Buat memulai wawancaranya, aku kepo, deh. Gimana, sih, awal mula kamu terjun di dunia musik?

Aku udah mulai main musik sejak umur 3 tahun. Aku juga udah membuat album di usia 6 tahun. Sebab aku lahir di keluarga yang suka musik. Rumahku penuh alat musik dan karya seni.

Orang tuaku berpikir bahwa seni lebih penting dari hal lain. Mereka lebih memilih untuk membelikanku alat musik daripada mobil.

Saudaraku juga seorang seniman. Sebenarnya dia enggak mau, tapi, ya, kami terjebak menjadi seorang seniman. Seni udah jadi bahasa yang kami pelajari.

Video klip dan konser kamu, tuh, lucu banget. Aku merasa kamu semacam menggabungkan musik dan komedi. Ini idenya dari mana, sih?

Aku sebenarnya udah bikin musik selama 10 tahun. Tapi enggak ada yang peduli dan menganggapku serius.

Jadi aku mencoba pendekatan berbeda supaya bisa mendapat perhatian orang-orang. Susah banget, deh. Apalagi tiap waktu selalu ada konten dan musik baru yang muncul.

Terus aku main Vines dan mau buat video klip. Saat itu aku berpikir gimana caranya biar tampil berbeda. Ketika orang lain menjual penampilannya yang cantik, ganteng, aku melakukan sebaliknya. Aku berusaha terlihat jelek, konyol, dan dengan cara itu aku menonjol di pasaran.

embed from external kumparan

Aku datang ke syuting video klip itu dengan gaya rambut mirip mangkuk, jaket merah muda, dan jeans yang kebesaran. Bahkan temanku yang sudah kenal selama 10 tahun enggak mengenaliku. Dia lalu mengajak buat video Vines dan viral. Jutaan penonton dalam sehari.

Tapi penampilan itu udah lewat. Sekarang aku orang yang baru. Aku udah move on. Menurutku karakter yang lama itu nyebelin banget. Kalau lihat dia juga aku ogah ngobrol, deh. Tapi, ya, terlepas dari itu, aku berhasil mendapat perhatian dari orang-orang.

Jadi kamu enggak bakal balik ke penampilan yang lama, nih?

Cuma waktu yang bisa menjawab. Aku enggak bisa terus-menerus melakukan wawancara, video klip, dan konser dengan karakter itu. Aku sendiri udah siap sama fase yang baru.

Kamu, tuh, bukan cuma seorang musisi. Tapi juga produser dan seniman. Kok, bisa kreatif banget, sih, dalam berkarya?

Jalan-jalan bikin aku kreatif, sih. Aku berusaha buat melihat apa yang ada di penjuru dunia. Menonton film juga memberiku inspirasi.

Tapi aku enggak mendengarkan musik, lho. Menurutku ketidaktahuan adalah kebahagiaan. Aku enggak tahu apa yang lagi terjadi. Aku cuma mau buat musik yang unik untukku.

Gimana, sih, proses membuat sebuah lagu buat Oliver Tree?

Beda-beda, sih. Yang pasti aku selalu memproduksi musikku sendiri. Aku bikin lagu sendirian selama 10 tahun dan rasanya menyedihkan. Sepi banget.

Akhirnya aku mulai kolaborasi sama musisi lain. Kayak semalam aku kerja bareng Diplo, terus kami merayakan ulang tahunnya sebentar, sehabis itu kembali ke studio, Diplo ngorok di sofa, aku masih kerja.

Mengunjungi tempat baru juga membantuku menciptakan musik. Aku sempat jalan-jalan ke Timur Tengah dan mendapat inspirasi untuk menyelesaikan bagian tersulit dalam musikku.

Menurutku menyelesaikan lagu adalah hal yang sulit. Banyak banget detailnya. Jadi aku mencoba untuk pergi ke suatu tempat yang berbeda.

Aku juga mix musikku sendiri, jadi tahu apa yang harus dilakukan. Aku selalu ada dari awal sampai lagunya selesai.

embed from external kumparan

Kamu sempat bilang mau pensiun dari musik setelah merilis Ugly Is Beautiful. Tapi sekarang kamu baru aja merilis versi deluxe dari album itu, dan lagi mengerjakan album ke-2. Enggak jadi pensiun, dong?

Aku masih berencana buat pensiun sepenuhnya dari musik setelah album ke-2 (Cowboy Tears). Aku mau fokus bikin film. Musik udah bukan lagi impianku, tapi bagian dari realita sehari-hari. Aku merasa bersyukur tapi ada mimpi lain yang mau kukejar.

Jadi, ya, Cowboy Tears album terakhir dan aku akan melakukan tur terakhir. Semoga bisa ke Asia. Aku cinta banget sama Bali, sangat indah. Aku pengin manggung di sana, di Jakarta, dan jalan-jalan di Indonesia.

Ada pesan buat penggemar di Indonesia, enggak?

Aku cinta kalian. Aku sangat beruntung bisa punya kalian. Aku enggak sabar buat menunjukkan karya terbaruku. Ini album country, tapi kalau kamu enggak suka, enggak masalah.

Jangan lupa, apa pun yang pengin kamu lakukan, ingatlah bahwa kamu bisa melakukannya. Lakukanlah karena kamu menyukainya. Meski butuh waktu 25 tahun seperti yang aku alami, tapi kamu bakal mewujudkannya.