Wujudkan Ekonomi Sirkular, Indonesia Circular Economy Award Siap Digelar

Millennialverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ekonomi hijau. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ekonomi hijau. Foto: Pixabay

Circular Economy (CE) atau ekonomi sirkular dinilai sebagai sebuah sistem penting dalam upaya keberlanjutan. Hal ini juga sebaiknya turut dipahami anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

Bahwa material tidak pernah menjadi limbah dan segala sesuatu yang terdapat di alam akan terus diregenerasi. Sebab, sejumlah pemangku kepentingan pembangunan global pun telah menyatakan kekhawatiran mereka akan risiko yang bakal muncul jika model ekonomi linier tetap berlanjut.

Jika ekonomi linier atau barang yang dihasilkan dibeli, dipakai lalu dibuang terus dipertahankan, maka jelas diperkirakan penduduk bumi pada 2050 akan membutuhkan sebanyak tiga planet bumi untuk hidup sehat dan layak untuk sebuah kehidupan yang berkelanjutan.

Melihat pentingnya circular economy, Indonesian Circular Economy and Sustainability (ICES) Institute akan menggelar Indonesian Circular Economy Award (ICEA) 2024.

"ICEA 2024 merupakan apresiasi tertinggi kepada organisasi bisnis dan non bisnis dalam praktik Circular Economy bersama stakeholdernya yang didasarkan kepada prinsip dan falsafah pada ISO 59000 series yang baru dipublikasi pada 22 Mei 2024," jelas ahli ekonomi sirkular, Suharman Noerman, Jumat (26/7).

"ISO yang bermarkas di Jenewa Swiss dengan dimotori oleh beberapa badan standardisasi nasional di masing-masing negara seperti Perancis, Belanda, Brazil, Jepang dan juga Indonesia telah melakukan kajian akan pentingnya suatu standardisasi terkait praktik ekonomi sirkular," jelas Suharman yang juga CEO PT Stakeholders Advisory Group.

Sementara itu, menurut Bambang Prasetiya selaku Ketua Dewan Pakar dan Juri ICEA 2024, ICEA 2024 diluncurkan sejalan dengan komitmen global yang telah melahirkan ISO 59000 Series.

"ICEA dapat menjadi tools atau alat dalam menilai kinerja praktik sirkular di Indonesia dan juga membangun kemitraan strategis mendorong gerakan dan aksi ekonomi sirkular di Indonesia," ungkap Bambang.

Ketua dewan pakar dan juri ICEA 2024, Bambang Prasetya. Foto: Dok Istimewa

Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam melihat ekonomi sirkular selaras dengan komitmen pemerintah dan DPR dalam upaya mengembangkan roadmap jangka panjang dalam mencapai emisi rendah karbon pada 2060.

"Sebagaimana tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kebijakan Energi Nasional (KEN). Kita perlu gotong royong dari semua pihak dalam rangka melakukan revolusi energi terbarukan untuk mencapai target emisi rendah karbon, baik dari DPR RI, pemerintah, BUMN, akademisi, pelaku usaha serta sektor industri yang terkait," papar Ridwan.

Sedangkan menurut Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Priyanto Rohmatullah menegaskan road map atau peta jalan dan rencana aksi ekonomi sirkular Indonesia yang dicanangkan pada 2025-2045 menjadi pegangan semua pihak yang berkomitmen atas praktik-praktik ekonomi sirkular.

Berharap ini dapat menjadi acuan dalam penilaian ICEA 2024 terutama pada 5 sektor prioritas yaitu pangan, retail, elektronik, konstruksi dan tekstil.

Wakil Ketua ICES Institute Mariski Nirwan merasa ICEA 2024 merupakan salah satu inisiasi strategis ICES Institute bersama stakeholder. "Disamping kegiatan seperti kajian regular melalui Circular Economy and Sustainability Talks (CEST), riset aksi serta pelatihan terkait penyadaran dan tools dalam aspek ekonomi sirkular yang pasti akan berkembang dari waktu ke waktu," papar dia.

Mariski mengatakan, ICES Institute yang dibentuk dengan berlandaskan pada organisasi standardisasi internasional (ISO) 59000 series memiliki tujuan agar lembaga tersebut dapat berkontribusi dalam perjalanan perkuatan gerakan dan aksi ekonomi sirkular di Indonesia sejalan dengan komitmen Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Bappenas soal pentingnya praktik sirkular yang ditumbuhkembangkan di semua lini kehidupan.

Grand launching pendaftaran Indonesia Circular Economy Award (ICEA) 2024 pun akan dimulai pada Agustus 2024 disertai satu rangkaian dengan dialog perdana CEST dan training workshop circular economy.

Kegiatan ini juga didukung ahli-ahli sirkular internasional dari beberapa negara yang tergabung dalam working group ISO circular economy seperti Belanda dan Swedia. Para praktisi dan ahli ekonomi sirkular pada tim komisi teknis (komtek) BSN nasional.