Yakin, Bawa Nama Kampus Penting saat Melamar Kerja?

Dua hari ini warganet ramai membicarakan sebuah postingan kekecewaan dari seseorang yang mengaku fresh graduate asal Universitas Indonesia (UI). Dia protes setelah mendapat tawaran gaji sebesar Rp 8 juta.
“Meskipun gue fresh graduate, gue lulusan UI. Universitas Indonesia. Jangan disamain sama fresh graduate kampus lain, dong. Level UI udah perusahaan LN (luar negeri),” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Emangnya seberapa pengaruh membawa almamater kampus saat melamar kerja? kumparan bertanya langsung ke tiga orang Recruitment Specialist, yaitu Merina Indah Lestari, Ambrosio Claudia, dan Dinar Syarita Bakti.
Menurut Merina, menyebut almamater memang penting untuk seorang fresh graduate yang melamar kerja. Apalagi jika belum memiliki pengalaman kerja.
“Almamater penting kalau dia fresh graduate. Hal ini bisa membantu rekruter untuk screening CV dan mencari kandidat yang cocok bagi perusahaan,” ujar dia, Rabu (24/7).
Namun, lain halnya dengan Ambrosio, yang mengatakan hal terpenting dari seorang pelamar kerja adalah kepribadian dan kemampuan bekerja.
“Enggak begitu ngaruh, sih. Tapi memang ada beberapa perusahaan yang melihat pelamar dari background pendidikannya. Kalau menurut gue, buat fresh graduate, yang dilihat itu dari kemampuan berpikir dan cara dia membawa diri ketika interview. Jika rekruter anggap sesuai dengan kriteria, ya, why not,” tuturnya.
Selain almamater, Dinar menjelaskan bahwa pengalaman organisasi di kampus dan pengalaman magang juga menjadi pertimbangan yang penting.
“Kalau untuk fresh graduate, pendidikan itu memang di-highlight, apalagi buat yang belum ada pengalaman. Tapi, pertimbangan juga ada dari aktif atau enggak di organisasi kampus, hardskill-nya, softskill-nya, dan portfolio,” jelas Dinar.
Reporter: Stefanny Tjayadi
