Konten dari Pengguna

Benteng Van Den Bosch Bukti Konkret Bangunan Bersejarah di Masa Kolonial Belanda

Mira Ratibah Adawiyah

Mira Ratibah Adawiyah

MAHASISWA PRODI SPI (SEJARAH PERADABAN ISLAM) STIABI RIYADUL 'ULUM

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mira Ratibah Adawiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://stocksnap.io/search/van+den+bosch
zoom-in-whitePerbesar
https://stocksnap.io/search/van+den+bosch

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sejarah, dengan adanya sejarah-sejarah tersebut telah menyimpan macam-macam peninggalan terutama peninggalan pada masa penjajahan kolonial Belanda. Di antaranya ialah peninggalan berupa arsip, prasasti, dan juga bangunan-bangunan.

Salah satu bangunan bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda ialah benteng Van Den Bosch. Benteng ini terletak di Jalan Untung Suropati, Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada abad ke-19, Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan sebagai pusat pertahanan Belanda di wilayah Madiun dan sekitarnya dalam Perang Diponegoro tahun 1825-1830.

Benteng Van Den Bosch di Ngawi Jawa Timur Foto: Instagram: VisitNgawi

Oleh karena itu, Belanda berusaha menguasainya dengan membangun benteng-benteng di Ngawi yang begitu banyak jumlahnya.

Salah satu cara Belanda untuk mengawasi Indonesia ialah dengan cara merebut wilayah yang paling strategis. Ngawi menjadi salah satu wilayah strategis karena merupakan pertemuan antara jalur pedagangan air lewat Bengawan Solo. Dengan berdirinya benteng Pendem ini merupakan tonggak sejarah penguasaan Belanda atas Ngawi.

Benteng yang menjadi salah satu jejak peninggalan Kolonialisme Belanda ini dibangun pada tahun 1839-1845. Benteng ini dibangun pada masa pimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Den Bosch pada waktu menjajah daerah Ngawi. Johannes Van Den Bosch merupakan salah satu tokoh Belanda yang telah memberikan beberapa kesan tak terlupakan bagi masyarakat Indonesia.

Dalam sudut pandang orang Indonesia Jenderal Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch merupakan seorang yang jahat, karena beliau telah mewujudkan adanya sistem kerja paksa (culturstelsel) yang telah merugikan dan memberikan penderitaan terhadap masyarakat Indonesia pada masa penjajahan Belanda dahulu kala.

https://stocksnap.io/search/van+den+bosch

Di kalangan orang-orang lokal benteng Van Den Bosch ini sering disebut dengan nama Benteng Pendem. Pendem dalam bahasa Jawa artinya terpendam. Hal ini dikarenakan bangunan benteng Van Den Bosch dikelilingi gundukan tanah yang tingginya hampir menutupi bangunan. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk menguasai jalur transportasi air Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, serta untuk menghambat serangan lanjutan dari perang Diponegoro.

Benteng ini digunakan sebagai markas besar bangsa kolonial dalam menyusun rencana-rencananya di bawah kepemimpinan Van Den Bosch. Penamaan benteng ini diambil dari nama Johannes Van den bosch sendiri. Dalam bangunan benteng Van Den Bosch ini terdapat beberapa bukti sejarah Belanda yang pernah berkuasa di Ngawi Jawa Timur.

https://stocksnap.io/search/van+den+bosch

Hingga saat ini bangunan bersejarah tersebut telah menjadi destinasi wisata bagi masyarakat sekitar. Selain itu, benteng Van Den Bosch ini juga telah menjadi salah satu tujuan bagi para mahasiswa untuk melakukan penelitian secara langsung ke lokasi salah satu markas kolonial Belanda yang masih eksis hingga saat ini.

Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang ke wisata benteng Van Den Bosch. Dikutip dari kompas.com Presiden Indonesia Joko Widodo dan ibu negara Iriana telah mengunjungi benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal dengan istilah benteng Pendem. Kunjungan bapak Jokowi saat itu tak hanya untuk berwisata, tetapi beliau juga meninjau kondisi benteng Pendem yang akan masuk program pemugaran untuk tujuan wisata. Beliau menilai benteng Pendem atau benteng Van Den Bosch ini layak dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah.

Daftar Pustaka:

Westendrop Boerma, J.J., Johannes Van Den Bosch Als Sociaal Hervormer 1927, Noordhoff.

Buku Kompas, Ekspedisi Bengawan Solo, Buku Kompas, 2008

https://stocksnap.io/search/van+den+bosch