Konten dari Pengguna

Manifesto Politik Gen Z untuk Pendidikan Indonesia

Mira Bunga Putri

Mira Bunga Putri

Mahasiswi - Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mira Bunga Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi sekumpulan pelajar yang sedang berdiskusi (28 Agustus 2020 diambil oleh Max Fischer)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi sekumpulan pelajar yang sedang berdiskusi (28 Agustus 2020 diambil oleh Max Fischer)

Kami adalah Generasi Z yang tumbuh di tengah perubahan yang sangat cepat. Teknologi berkembang setiap hari, kecerdasan buatan mulai masuk ke dunia pendidikan dan pekerjaan, sementara informasi dapat diperoleh hanya melalui layar ponsel. Namun, di tengah perubahan tersebut, pendidikan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Tidak semua siswa mendapatkan fasilitas yang sama, kemampuan digital belum merata, dan pendidikan terkadang masih terlalu berfokus pada nilai dibandingkan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.

Bagi kami, pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan nilai dan ijazah. Pendidikan adalah bagaimana seseorang dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan.

Saat ini pemerintah mulai mendorong digitalisasi pendidikan dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Pada 2026, pemerintah juga menetapkan pedoman pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam berbagai jalur pendidikan agar penggunaannya tetap aman, etis, dan bertanggung jawab. Namun, kebijakan tersebut tidak cukup jika hanya berhenti pada penggunaan teknologi. Pertanyaannya adalah, apakah seluruh generasi muda sudah memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi tersebut?

Bagi kami, inilah yang perlu diperhatikan. Gen Z tidak ingin hanya menjadi penerima kebijakan. Kami ingin ikut menentukan arah kebijakan yang menyangkut masa depan kami. Pemerintah perlu membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi mengenai pendidikan. Di era digital, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat seharusnya tidak hanya berjalan satu arah. Pemerintah menyampaikan kebijakan, sementara masyarakat hanya menerima. Media digital seharusnya dapat menjadi ruang dialog untuk mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan pelajar dan mahasiswa.

Kami membayangkan adanya ruang partisipasi digital yang memungkinkan Gen Z menyampaikan persoalan pendidikan, memberikan gagasan, serta mengetahui bagaimana aspirasi tersebut ditindaklanjuti. Dengan begitu, komunikasi politik tidak hanya dilakukan ketika pemerintah ingin menyampaikan program, tetapi juga ketika pemerintah ingin mendengarkan masyarakat.

Selain itu, pendidikan harus mulai mempersiapkan generasi untuk pekerjaan dan kehidupan yang mungkin belum pernah ada sebelumnya. Kemampuan menggunakan teknologi, berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, memahami informasi, dan beradaptasi harus menjadi bagian penting dari pendidikan.

AI juga tidak seharusnya membuat manusia berhenti berpikir. Teknologi harus menjadi alat yang membantu manusia belajar dan berkembang, bukan menggantikan kemampuan manusia untuk berpikir dan mengambil keputusan. Pemerintah sendiri menekankan bahwa AI dalam pendidikan perlu digunakan sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti guru.

Karena itu, kami memiliki beberapa harapan untuk pendidikan Indonesia ke depannya, yaitu pendidikan yang lebih terbuka terhadap teknologi, kebijakan yang mendengarkan suara generasi muda, serta pemerataan akses agar perkembangan teknologi tidak hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki fasilitas.

Kami percaya bahwa pendidikan masa depan tidak cukup hanya membangun sekolah yang lebih modern. Yang lebih penting adalah membangun generasi yang mampu menghadapi perubahan.

Indonesia 2045 membutuhkan generasi yang bukan hanya pintar menghafal, tetapi mampu berpikir kritis, menciptakan solusi, menggunakan teknologi dengan bijak, dan berani menyampaikan pendapat.

Bagi kami, politik bukan hanya tentang pemilu atau jabatan. Politik juga tentang bagaimana keputusan pemerintah memengaruhi kehidupan masyarakat. Pendidikan adalah salah satunya. Karena itu, suara Gen Z perlu masuk dalam percakapan kebijakan pendidikan.

Kami tidak ingin hanya menjadi generasi yang menerima keputusan. Kami ingin menjadi generasi yang ikut menyampaikan gagasan, ikut berdialog, dan ikut menentukan arah masa depan pendidikan Indonesia.

Sebab masa depan yang sedang dibicarakan hari ini adalah masa depan yang akan kami jalani.