Konten dari Pengguna

Gerakan Zona Bebas Catcalling di SMK Tunas Bangsa

miradevy

miradevy

Mahasiswa Aktif Semester 8 Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari miradevy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sukoharjo, 3 Februari 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua, telah diadakan kegiatan Gerakan Zona Bebas Catcalling di SMK Tunas Bangsa, Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo

Catcalling merupakan bentuk pelecehan verbal yang biasanya dilakukan di ruang publik, seperti jalanan, transportasi umum, atau lingkungan sekolah. Tindakan ini meliputi siulan, komentar, atau panggilan bernada menggoda, seksual, atau merendahkan yang ditujukan kepada seseorang tanpa persetujuan mereka.

Mira selaku Mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2024/2025 menekankan bahwa catcalling bukan sekadar lelucon, melainkan bentuk pelecehan verbal yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan terintimidasi. Jika perilaku ini dibiarkan terjadi di lingkungan sekolah, tentu dapat mengganggu fokus belajar dan menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi para siswa.

Pemberian Materi mengenai Catcalling kepada siswa-siswi SMK Tunas Bangsa

Kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi interaktif yang diikuti oleh siswa-siswi SMK Tunas Bangsa, di mana para siswa diajak untuk mengenali berbagai bentuk catcalling serta cara mencegah dan menanggapinya. Gerakan Zona Bebas Catcalling ini mendapat respons positif dari para siswa, yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi semua.

Selain itu, untuk memperkuat pesan kampanye ini, mahasiswa KKN juga memasang poster edukatif pada mading yang ada sekolah, sebagai pengingat bagi seluruh warga sekolah agar tidak melakukan catcalling dalam bentuk apa pun.

Pemasangan Poster Gerakan Zona Bebas Catcalling pada mading SMK Tunas Bangsa