Konten dari Pengguna

Kemerdekaan Bukan Sekadar Peringatan, Lalu Sudahkah Kamu Merdeka?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mira Sapriyawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia dengan penuh semangat. Foto: Gratsias Adhi Hermawan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia dengan penuh semangat. Foto: Gratsias Adhi Hermawan

17 Agustus merupakan hari peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia yang dirayakan oleh seluruh masyarakat di wilayah Indonesia dengan keanekaragaman yang dimiliki sebagi rasa-syukur dan cinta terhadap tanah air yang bebas dari penjajahan.

Tapi apakah kita sudah bener-benar merdeka? Sebuah pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri sendiri dengan melihat fenomena di sekitar dan peka terhadap kebijakan yang diterapkan oleh pemerintahan saat ini. Cita-cita bangsa Indonesia sudah sangat jelas terpampang dalam Pembukaan Undang-Undang Negara Republik Indonesia 1945 alinea ke Empat yang berbunyi:

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Merdeka bukanlah hanya sekadar kata atau semboyan-semboyan bahkan pamflet yang berada di alanan melainkan memiliki makna yang sangat berkarismatik. Dalam bahasa Sanskerta yang berarti, kaya, sejahtera dan kuat dengan harapan dapat mampu mewujudkannya bersama sama.

Peringatan hari kemerdekaan seharusnya menjadi momentum kita untuk mengingat kembali cita cita para pendiri bangsa Indonesia. Apakah masyarakat Indonesia sudah merdeka dalam menjalankan pendidikannya, mengeluarkan gagasannya, sejahtera kehidupannya baik dalam pekerjaan dan lingkungan sosialnya.

Kesejahteraan masyarakat masih menjadi PR bagi Negara Indonesia yang sangat kaya ini namun kerap kali masih ditemukan banyaknya ketidaksejahteraan atau kesenjangan masyarakat seperti para pengemis, dan gelandangan yang masih banyak ditemukan di jalanan. Bantuan sosial yang kerap kali diberikan pemerintah salah sasaran dan korupsi di mana-mana yang dilakukan pejabat pemerintahan seharusnya dana korupsi yang dipakai bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Apakah kita benar-benar merdeka? Merdeka merupakan sebuah harapan dan cita cita bukan hanya sebuah Perayaan belaka yang menjadi refleksi bagi setiap individu bahkan negara itu sendiri. Kemerdekaan dan harapan cita-cita pendiri bangsa bisa dicapai bersama sama dengan kebijakan pemerintahan dan para pendukungnya seperti masyarakatnya dan para penegak yang menjalankan roda pemerintahan.

Merdeka belajar by Mira

Merdeka memiliki banyak versi salah satunya memerdekakan diri dari belenggu ketidaktahuan menjadi tahu dan berani bertanya. Banyak bertanya bukan berarti dia pintar atau kritis melainkan mencari jawaban atau solusi yang belum didapatkan kepada yang lebih ahli merupakan cara memerdekakan diri dalam proses belajar.

Jadi temukan merdeka versi terbaikmu jangan biarkan Makna merdeka hanya menjadi sebuah perayaan tanpa mengingat sejarah merdeka bangsa dan negara yang kita cintai ini bahkan diri sendiri. Seperti hal yang dikatakan oleh bapak Presiden pertama kita yaitu Bapak Soekarno:

“JANGAN SEKALI-KALI MENINGGALKAN JAS MERAH”

Sebuah semboyan yang menjadi pengingat kita dan cobalah renungkan kembali apakah kita benar-benar merdeka?