Berapa Lama Sampah yang Kita Buang Dapat Terurai?

ASN di BRIN
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang mencemari lingkungan. Menurut laporan dari Organisasi Filantropi Minderoo Foundation, pada tahun 2021 dunia menghasilkan sampah sekali pakai sebanyak 139 juta metrik ton yang meningkat 6 juta metrik ton dibandingkan pada tahun 2019.
Sedangkan Indonesia berdasarkan informasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menghasilkan sampah 18,3 juta ton per tahun. Indonesia salah satu penyumbang sampah plastik yang terbesar di dunia sebanyak 56.333 metrik ton setiap tahunnya.
Semakin meningkatnya volume sampah yang dihasilkan setiap tahunnya maka semakin banyak dibutuhkan tempat pembuangan sampah akhir, namun disisi lain adanya keterbatasan lahan yang dapat digunakan untuk pembuangan sampah akhir dan juga sering adanya penolakan dari masyarakat sekitarnya.
Permasalahan sampah ini menjadi perhatian dari pemerintah dan organisasi-organisasi pemerhati tentang lingkungan. Peran pemerintah dalam pengelolaan sampah salah satunya dalam bentuk upaya memfasilitasi, mengembangkan dan melaksanakan pengurangan, penanganan dan pemanfaatan sampah.
Penanggung jawab dalam pengelolaan sampah bukan hanya pemerintah namun harus ada peran dari masyarakat, konsumen, dan juga produsen yang harus mulai dari hulu sampai barang jadi. Peran produsen salah satunya dalam pemilihan bahan baku yang ramah lingkungan di mana bahan tersebut mudah terurai di alam.
Pengelolaan Sampah di Dunia
Setiap Negara mengembangkan metode pengelolaan sampah untuk mengatasi masalah sampah. Indonesia masih menggunakan metode pengolahan sampah secara open dumping dan landfill.
Metode open dumpling dilakukan dengan membuang sampah begitu saja di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) tanpa ada pemilahan sedangkan metode landfill dengan meratakan sampah dan memadatkannya.
Metode yang digunakan di Indonesia ini masih kurang ramah dengan lingkungan karena dapat mencemari lingkungan dan membebani tanah sampai sampah itu terurai oleh mikroorganisme.
Negara Jerman berupaya meningkatkan kesadaran masyarakatnya bahwa sampah dapat menjadi sumber bahan baku dan energi yang bermanfaat juga memberikan tanggung jawab sampah kepada produsen dan distributor sampah.
Negara Swedia mengolah sampah dengan 3 proses yaitu proses penyaringan-pemisahan, proses secara kimiawi yang menyisakan endapan sebagai bahan untuk menghasilkan biogas dan proses secara biologi yang mengkonversi limbah dan nitrogen menjadi gas nitrogen. Pengolahan ini dikenal dengan Waste To Energy (WTE).
Negara Jepang mengembangkan pengolahan sampah yang diikuti dengan teknologi daur ulang serta pemilahan sampah yang ketat. Metode yang diterapkan tersebut yaitu 3R (reduce, reuse dan recycle).
Negara Korea Selatan dalam pengolahan sampah dengan menerapkan Volume-Based Waste Fee (VBWF) yaitu jika membuang sampah harus membayar berdasarkan ukuran volume.
Jenis dan Waktu Urai Sampah
Sampah yang dihasilkan di masyarakat terdiri dari beberapa jenis yaitu sampah organik, sampah anorganik, sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan sampah residu.
Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai dan busuk di tanah seperti makanan, daun, ranting pohon. Sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai di tanah atau membutuhkan waktu yang lama untuk terurainya seperti sampah plastik, kaleng dan kertas.
Sampah B3 merupakan sampah yang membahayakan manusia, hewan dan lingkungan seperti sampah kaca, kemasan detergen, pembasmi serangga. Sampah residu merupakan jenis sampah yang diluar dari semua jenis sampah di atas seperti popok bekas, bekas permen karet, puntung rokok.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) komposisi jenis sampah yang dihasilkan dari yang paling banyak adalah sisa makanan, kayu/ranting/daun, kertas/karton, plastik, kain, kaca, logam dan jenis lainnya. Sampah anorganik termasuk dalam penyumbang sampah yang banyak juga.
Setiap jenis sampah mempunyai waktu yang berbeda-beda untuk dapat terurai dalam tanah. Jenis sampah yang mempunyai waktu urai orde minggu-bulan seperti kertas (2-5 bulan), kulit buah (6 bulan), kardus (5 bulan), tisu (2-4 minggu), kotak susu (2 bulan), Koran (6 bulan).
Jenis sampah yang mempunyai waktu urai orde tahun-puluhan tahun seperti filter rokok, kantong plastik (10-12 tahun), kaus kaki (1-5 tahun), gelas plastik (50 tahun), benda kulit (25-40 tahun), kain nilon, jaring ikan (30-40 tahun), almunium foil (80-100 tahun).
Jenis sampah yang mempunyai waktu urai yang sangat lama seperti baterai (100 tahun), plastik (200-1000 tahun), botol kaca (1 juta tahun), popok, pembalut wanita (450 tahun), ban bekas (2000 tahun), tinta printer (450-1000 tahun), sedotan plastik (200 tahun), kaleng minuman (200 tahun). Ada pula sampah yang tidak terurai di tanah seperti stryrofoam.
Pengelolaan sampah
Tahapan dalam pengelolaan sampah dimulai dari pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan. Dalam pengolahannya dapat dilakukan dengan prinsip 4R yaitu mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang dan mengganti (reduce, reuse, recycle dan replace).
Upaya awal dalam pengelolaan sampah secara terpadu dengan pemilahan sampah yang dilakukan mulai dari sumber penghasil sampah.
Pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah kita masing-masing dengan memisahkan sampah sesuai jenisnya, melakukan zero waste, membuat pupuk organik, membersihkan tempat sampah setiap hari, melakukan daur ulang sampah anorganik.
Marilah kita memulai dari rumah kita sendiri untuk melakukan 4R terhadap sampah yang kita hasilkan. Mari kita selamatkan dunia dari tumpukan sampah.
