14 Wilayah di Jateng Dilanda Kekeringan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kekeringan. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekeringan. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Sebanyak 14 daerah di Jawa Tengah masuk status awas kekeringan selama periode 21-31 Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana melakukan modifikasi cuaca untuk mengatasi kondisi tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, 14 daerah yang terdampak kekeringan yakni Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri.

"Kami ke depan akan coba memodifikasi awan dengan harapan ini bisa mengurangi kekeringan panjang di tahun ini," ujar Gus Yasin kepada wartawan, Kamis (27/8).

Ia menjelaskan, untuk menghadapi dampak kekeringan yang sudah terjadi, Pemprov Jateng rutin mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.

"Kami juga sudah menyiapkan lewat BPBD terkait kekeringan. Sudah banyak kita dengan kabupaten/kota mengalokasikan, menyiagakan truk-truk tangki kita untuk mendistribusikan air bersih, terutama air yang siap untuk dikonsumsi," jelasnya.

Menurut dia, kekeringan terjadi karena area resapan air terus berkurang akibat masifnya pembangunan, baik di perkotaan maupun pedesaan.

"Ini peringatan buat kita bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan," ujarnya.

Ia pun mendorong agar pembangunan di desa maupun perumahan tidak seluruhnya menutup permukaan tanah dengan beton. Keberadaan sumur biopori dan sumur resapan di lingkungan rumah, kata dia, perlu diperbanyak.

"Harus ada pori-pori, syukur-syukur ada sumur biopori atau resapan di tiap-tiap rumah," imbuhnya.

Di sektor pertanian, Pemprov Jateng juga menyiapkan perlindungan bagi petani yang mengalami gagal tanam maupun gagal panen.

"Untuk gagal tanam panen kami lewat Dinas Pertanian dengan BUMD kita juga memberikan jaminan untuk kawan-kawan atau petani yang gagal panen. Ada asuransi yang kita jaminkan di BUMD kita," kata Taj Yasin.