140 Calon Pengantin di Bandung Ditipu WO, Korban Lapor Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah korban dugaan penipuan Darmawangsa Wedding Organizer saat membuat Laporan Polisi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah korban dugaan penipuan Darmawangsa Wedding Organizer saat membuat Laporan Polisi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak 140 orang calon pengantin menjadi korban penipuan wedding organizer (WO) yang beroperasi di wilayah Cipedes, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Mereka telah melaporkan kasus itu ke Polda Jawa Barat pada Sabtu (6/6).

Salah satu korban, Sunsun Nugraha Tasdik, mengaku telah membayar Rp 70 juta kepada WO tersebut. Rencananya, ia akan menggelar pernikahan pada 21 Juni nanti. Namun, pihak WO menghilang dan tak bisa dihubungi.

"Bayar full 100 persen dan memang rata-rata orang-orang ini atau calon pengantin yang tertipu juga semua diiming-imingi harga yang murah karena mengikuti promo yang dia jual. Tapi dengan syarat harus ada minimum pembayaran 50 persen atau ada potongan lagi ketika ada pembayaran 100 persen. Akhirnya rata-rata calon pengantin ini membayar lunas, termasuk yang untuk bulan Mei 2027," kata Sunsun saat dihubungi, Minggu (7/6).

"(Rugi) Kalau saya pribadi di Rp 70 jutaan," lanjutnya.

Sunsun dan para korban lainnya telah membuat forum untuk menindaklanjuti kasus ini. Menurutnya, berdasarkan pendataan para korban, total kerugian mencapai Rp 2,4 miliar.

"Kalau secara keseluruhan korban, calon pengantin dan vendor yang sudah masuk ke forum yang kami bentuk kemarin, total kerugiannya hampir Rp 2,4 miliar," ucapnya.

Sunsun mengungkapkan, hingga saat ini mereka tak bisa menghubungi pihak WO. Mereka berharap kasus ini segera diselidiki kepolisian.

"Yang jelas semua pasti kaget dan kecewa. Ketika kami membuka forum, banyak teman-teman yang sangat kecewa karena mereka mengumpulkan uang dari gajinya selama bertahun-tahun," ujarnya.

Respons Polisi

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para korban.

"Kami sampaikan bahwa informasi terkait adanya laporan dari korban WO bodong di Majalaya itu, saya membenarkan," katanya.

Polda Jawa Barat tengah menyelidiki kasus tersebut.