276 Orang di Kabupaten Batang Keracunan MBG, Pemkab Pastikan Sudah Ditangani

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Korban keracunan MBG di Bawang, Kabupaten Batang saat dibawa ke ambulans, Rabu (23/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Korban keracunan MBG di Bawang, Kabupaten Batang saat dibawa ke ambulans, Rabu (23/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menegaskan kasus keracunan yang menimpa 276 orang diduga akibat mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang telah ditangani.

Wakil Bupati Batang Suyono telah meninjau langsung kondisi para korban yang mendapatkan perawatan di RSUD Batang, Rabu (23/9) malam. Suyono mengatakan, korban keracunan terdiri dari siswa dan orang tua siswa.

"Para korban terdiri dari siswa dan orang tua siswa. Sebagian orang tua diduga ikut mengkonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka," ujar Suyono dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9).

Keracunan ini terjadi di 11 lembaga pendidikan penerima manfaat MBG di Kecamatan Bawang, yakni SDN 1 Bawang, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Qurota 'Ayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

"Adapun total penerima manfaat dari dapur SPBG yang melayani lembaga-lembaga tersebut mencapai sekitar 2.700 orang," sebut dia.

Tenaga medis dan polisi mengangkat korban diduga keracunan di RSUD Kalisari, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026). Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTO

Pihaknya masih terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap perkembangan jumlah korban. Menurut dia, kapasitas rumah sakit di wilayah Batang juga menjadi perhatian karena jumlah pasien masih berpotensi bertambah.

"Kalau di Batang semua penuh, tinggal nanti lari ke puskesmas yang rawat inap. Masih ada di Bandar, itu kan bisa untuk menampung sebagian," imbuh dia.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang juga akan melakukan pemeriksaan terhadap bahan makanan yang dikonsumsi para korban untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.

"Sampel makanan telah diambil untuk kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium. Dari keterangan korban, salah satu menu yang dicurigai menjadi penyebab adalah olahan telur. Namun, pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut," tegas dia.

Operasional SPBG

Operasional dapur SPBG yang menyediakan makanan tersebut juga dihentikan sementara. Pihaknya akan meminta keterangan dari Korwil dan pengelola SPBG terkait untuk dilakukan evaluasi.

"Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan seperti biasa bagi siswa yang dalam kondisi sehat. Adapun siswa yang masih menjalani perawatan atau dalam kondisi sakit diminta untuk beristirahat hingga dinyatakan pulih," tegas Suyono.

Sementara itu, Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi memastikan kondisi pasien yang menjalani perawatan di RSUD Batang kian membaik dan gejalanya sudah berkurang.

"Perbaikan kondisi pasien terlihat dari berkurangnya sejumlah gejala yang sebelumnya dialami, seperti diare, mual, muntah, dan pusing. Misalnya tadinya menceret berkali-kali terus jadi berkurang, tadinya ada mual muntah sekarang enggak, tadinya pusing-pusing enggak," imbuh Ida.

Ia juga membantah adanya korban meninggal dunia akibat dugaan keracunan tersebut. Ia menduga kabar itu muncul karena terdapat kasus kematian di Bawang yang tidak berkaitan dengan dugaan keracunan MBG.

"Kalau ada yang meninggal pasti kita langsung ditelepon. Belum meninggal pun pasti sudah telepon," kata Ida.