3 Pria di NTT Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Pelaku Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi burung hantu. Foto: tahirsphotography/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi burung hantu. Foto: tahirsphotography/shutterstock

Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menangkap tiga pria pelaku pembakaran burung hantu hidup-hidup. Pelaku sempat merekam aksinya dan viral di media sosial.

Ketiga pria yang diamankan Tim URC Resmob Komodo yakni berinisial GJ (30) perannya menangkap dan memukul burung hantu; SB (41), yang merekam dan mengunggah video; serta VJ (25), yang diduga melakukan pembakaran terhadap burung hantu tersebut. Ketiganya merupakan warga Kampung Bajak, Desa Benteng Ndope, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.

"Kami dari Satreskrim Polres Manggarai Barat bergerak cepat merespons keresahan publik di media sosial. Tim URC Resmob Komodo telah mengamankan tiga orang terduga pelaku pembakaran satwa burung hantu secara hidup-hidup dari kediamannya di Kecamatan Pacar," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang dalam keterangan yang diterima, Rabu (12/8) pagi

Lufthi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 20.00 WITA di Kampung Bajak, Desa Benteng Ndope.

Peristiwa bermula saat GJ melihat seekor burung hantu bertengger di tiang dapur rumah milik SB. GJ kemudian memanggil SB dan VJ untuk menangkap burung tersebut menggunakan tangan kosong. Burung itu selanjutnya dibawa ke depan sebuah kios.

"Di lokasi depan kios, perlakuan kejam terhadap satwa tersebut dimulai. Terduga pelaku VJ memegang kedua sayap burung hantu, sementara GJ mengambil sepotong kayu kecil dan memukul bagian kepala burung hantu tersebut secara berulang kali," ungkap Lufthi.

Setelah itu, VJ diduga menyulut api dan membakar burung hantu yang masih hidup hingga mati dan hangus. Selama aksi penganiayaan dan pembakaran berlangsung, SB merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggam.

"Sangat disayangkan, bukannya mencegah, terduga pelaku SB justru merekam seluruh proses pemukulan hingga pembakaran burung hantu tersebut dari awal hingga akhir," jelas Lufthi.

Sehari setelah kejadian, Sabtu (8/8) sekitar pukul 09.30 WITA, SB mengunggah video tersebut melalui akun Facebook pribadinya, Lenggeleongwasedeko. Unggahan itu kemudian menuai kritik dan kecaman dari warganet.