3 Warga di Bandung Barat Tewas Akibat Ledakan Mortir

Sebanyak tiga warga RT 04/RW 07, Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung, tewas akibat terkena ledakan mortir pada Rabu (8/7) sekitar pukul 11.0 WIB.
Kasi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat menjelaskan, mortir tersebut diduga dibawa pulang oleh para korban setelah ditemukan di kawasan yang biasa digunakan sebagai lokasi latihan TNI.
Menurutnya, warga yang biasa mencari barang bekas di kawasan tersebut umumnya hanya mengambil selongsong amunisi yang sudah tidak aktif. Namun, dalam peristiwa ini, korban diduga menemukan mortir yang masih aktif dan membawanya pulang.
"Mortir itu diduga diambil dari kawasan tempat latihan TNI. Biasanya warga yang mencari barang bekas hanya mengambil selongsongnya saja. Namun, kali ini ditemukan mortir yang masih aktif, lalu dibawa pulang oleh korban," kata Gofur saat dikonfirmasi, Rabu (9/7).
Setelah menerima laporan, personel Polsek Cipatat bersama petugas piket fungsi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi para korban.
Kapolsek Cipatat Kompol Andriani mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ledakan terjadi saat korban berupaya membuka mortir tersebut.
"Berdasarkan keterangan awal di lokasi, ketiga korban menemukan mortir yang kondisinya masih aktif. Tanpa menyadari bahayanya, korban berusaha membuka proyektil tersebut dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya meledak," ujarnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Tim Inafis bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) juga diterjunkan untuk melakukan sterilisasi dan memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa di sekitar lokasi.
Andriani mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak.
"Apabila menemukan benda yang diduga berbahaya, jangan disentuh ataupun dibuka. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat agar dapat ditangani oleh petugas yang berwenang," tegasnya.
Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Ade (21), Suhri (51), dan Rodian (40). Ketiganya merupakan warga Kampung Ciparang..
