48 Buku Terbit di Studi Kepolisian, Wakapolri: Harus Jadi Bekal saat Bertugas

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan sudah 48 buku terbit sejak Studi Kepolisian diresmikan. Ia menegaskan bahwa pusat studi harus menjadi ruang tumbuhnya pemikiran dan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi Polri dan masyarakat.
“Pusat studi harus terus berkarya. Jangan berhenti pada diskusi dan seminar. Hasil penelitian dan pemikiran harus dituangkan menjadi karya yang dapat dibaca, diuji, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk memperkuat kebijakan serta praktik kepolisian,” ujar Dedi lewat keterangannya, Jumat (4/8).
Karya-karya tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ilmu kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, pemolisian masyarakat, sumber daya manusia, teknologi, digital policing, hingga persoalan sosial dan pembangunan nasional.
Sejumlah buku karya Wakapolri yang telah dibedah dalam forum akademik, seperti Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern, Rasa Bhayangkara Nusantara: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital: Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO, Rekrutmen, Meritokrasi, & Teknologi, Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital, serta Mengawal Pangan Menuai Aman. Buku terakhir merupakan karya bersama Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Irjen Pol Anwar dan Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo.
Menurut Dedi, pengembangan ilmu kepolisian merupakan bagian penting dalam membangun evidence-based policing, yakni pemolisian yang semakin kuat karena keputusan dan kebijakannya didukung data, penelitian, ilmu pengetahuan, serta pengalaman empiris.
“Kita ingin membangun evidence-based policing. Kebijakan kepolisian harus semakin kuat karena didukung ilmu pengetahuan, data, penelitian, dan pengalaman empiris. Dari sinilah pusat studi memiliki peran strategis,” kata Wakapolri.
48 Pintu Pengetahuan
Berikut daftar 48 buku yang menjadi bagian dari ekosistem karya Pusat Studi Kepolisian:
Police Governance: Teori, Model dan Reformasi Tata Kelola Pemolisian dalam Sistem Pemerintahan Indonesia — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.; Irjen Pol. (Purn.) Dr. Umar Effendi, S.I.K., M.Si.; Dr. Riant Nugroho, M.Si.
Teori Hukum dan Hukum Pidana Kontemporer Jilid 1 — Dr. Zulkarnein Koto, S.H., M.Hum.; Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum.
Teori Kriminologi dan Viktimologi — Dr. Supardi Hamid, M.Si.
Kejahatan Lintas Negara — Dr. Supardi Hamid, M.Si., dkk.
Masalah Sosial dan Konflik Sosial — Dr. Sutrisno, M.Si.; Dr. Sukarman, Ds., S.S., S.H., M.Si.; Dr. Benny Maringan Saragih, S.H., S.I.K., M.Si.
Filsafat Ilmu — Dr. Sutrisno, M.Si.; Dr. Adwin Wibisono, M.I.M.; Dr. Novi Indah Earlyanti, M.Pd.; Dr. Benyamin Lufpi, S.S., M.Hum.
Studi Keamanan — Dr. Rendy Ananta Prasetya, S.Sos., S.H., M.H., IJP. (P.); Dr. Umar Effendi, M.Si.; Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si.
Manajemen Transportasi — Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si.; Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si.
Risk Based Policing — Prof. Dr. Oscarius Yudhi Ari Wijaya, M.Si., M.H., M.M., CLI.
Mozaik Polmas Nusantara — Ade Julita Patadungan, S.H., dkk.
Administrasi Kepolisian — Dr. Yopik Gani, M.Si.
Etika dan Kepolisian — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.; Dr. Sutrisno, M.Si.
Kebijakan Publik — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
Teori Hukum Jilid 2 — Dr. Zulkarnein Koto, S.H., M.Hum.; Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum., M.T.C.P.
Metodologi Penelitian — Prof. Dr. Lindrianasari, S.E., M.Si., Ak., C.A., CERT.DA.
Pengantar MSDM — Dr. Vita Mayastinasari, S.E., M.Si.; Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si.; KBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H.; Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.Si.
Kriminologi: Dari Teori ke Jalanan — Dr. Supardi Hamid.
Disparitas Pemidanaan dan Pertimbangan Hakim — BJP. Dr. Kif Aminanto, S.I.K., S.H., M.H.
Perwira Bhayangkara: Tangguh Mengabdi untuk Negeri — Arel Dewanta Bhara Prabowo, S.Tr.K., M.H.; Ilham Urane Aziz, S.Tr.K., M.H., M.Si.; Meddif Wisudawan Bima Sakti Kusnan, S.Tr.K., M.Si.; dkk.
Viktimologi Siber Indonesia — Dr. Supardi Hamid.
Memahami Polmas — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
Polmas Kontemporer — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
Radikalisme, Terorisme, dan Deradikalisasi: Teori, Kebijakan, dan Praktik Penanggulangan Terorisme di Indonesia — Kombes Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H.; Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, M.M.
Ilmu Kepolisian — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
Teori Kepolisian — KBP. Dr. Tagor Hutapea, S.I.K., M.Si.
TI dan Komunikasi Kepolisian — Prof. Dr. Ilham Prisgunanto, M.Si.; Dr. Jarot.
Seminar Usulan Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah — Prof. Dr. Ilham Prisgunanto, M.Si.
Pemolisian Digital: Transformasi di Era Akal Imitasi — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, dkk.
Transformasi Polri: Narasi Menuju Realita — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, dkk.
Polisi Muda & Gen Z — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Transformasi Polri: Keselarasan Citra dan Realita — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Paradigma Berpikir Kritis: Persepsi Polwan Cendekia — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Rasio dan Nurani: Catatan Kritis Polisi Cendekia — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Pesawat dari Ostrava: Dinamika Pengadaan Pesawat Berbadan Besar P-7301 — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Infinite Noken: Terajut Asa Terisi Harap — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Strukturasi Logistik Polri — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Slog Polri: Struktur Pendukung Dinamika Organisasi — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Interaksi Agensi Struktur Internasional Policing Polri — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Pendekatan Humanis Merebut Hati Papua — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.
Masyarakat Sadar Wisata — Prof. Dr. Chryshnanda DL, M.Si.; Dr. Susilo Teguh R., M.Si.
Kisar Pendidikan — Dr. Susilo Teguh R., M.Si.
Jejak dan Modernisasi Lemdiklat Polri — Dr. Susilo Teguh R., M.Si.; Ratna Setyawati, S.H., M.Pd.
Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
Rasa Bhayangkara Nusantara: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital: Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dkk.
Rekrutmen, Meritokrasi, & Teknologi — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Komjen Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.
Mengawal Pangan Menuai Aman — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si.; Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si.
Menjadi Referensi Anggota Polri
Wakapolri menekankan agar buku-buku tersebut tidak berhenti sebagai koleksi perpustakaan maupun dokumentasi akademik. Karya-karya itu diharapkan menjadi bahan bacaan, referensi, dan kajian akademis bagi anggota Polri yang sedang bertugas, sehingga pengetahuan yang dibangun di lingkungan akademik dapat memberikan perspektif tambahan dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan.
“Buku-buku ini jangan hanya tersimpan di perpustakaan. Jadikan sebagai bahan bacaan, referensi, dan kajian bagi anggota Polri yang bertugas. Apa yang ditulis oleh para akademisi harus dapat menjadi bekal bagi anggota untuk memahami persoalan secara lebih mendalam dan mengambil langkah yang semakin tepat,” ujar Wakapolri.
Menurutnya, hubungan antara pusat studi dan satuan kerja harus terus diperkuat. Persoalan yang ditemukan anggota di lapangan dapat menjadi bahan penelitian, sementara hasil penelitian dapat kembali digunakan untuk memperbaiki kebijakan dan praktik kepolisian.
“Persoalan di lapangan dikaji secara ilmiah, hasil kajiannya menjadi pengetahuan, kemudian pengetahuan itu kembali digunakan untuk memperbaiki praktik kepolisian. Siklus inilah yang harus terus kita bangun,” katanya.
Bukan Titik Akhir
Keberadaan 48 buku tersebut menjadi salah satu penanda bahwa transformasi Polri juga berlangsung melalui transformasi pengetahuan.
“Empat puluh delapan buku ini bukan titik akhir. Ini adalah awal dari tradisi yang harus terus hidup. Kita ingin semakin banyak penelitian, semakin banyak buku, semakin banyak gagasan, dan semakin kuat hubungan antara ilmu kepolisian dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Wakapolri.
Ia menambahkan, kekuatan institusi kepolisian di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan operasional, tetapi juga oleh kemampuan membangun pengetahuan dan mengubah pengetahuan tersebut menjadi tindakan yang bermanfaat.
“Ilmu harus bermuara pada kemanfaatan. Pengetahuan yang kita bangun harus membantu Polri menjadi semakin profesional, modern, humanis, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
