8 Kecamatan di Kulon Progo Alami Kekeringan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi musim kemarau. Foto: mohamadyusuf/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi musim kemarau. Foto: mohamadyusuf/Shutterstock

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo mencatat bencana kekeringan melanda delapan kapanewon (kecamatan) sepanjang tahun 2026. Delapan wilayah tersebut meliputi Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Nanggulan, Kokap, Pengasih, Temon, dan Panjatan.

Untuk mengatasi krisis air bersih, BPBD Kulon Progo telah menyalurkan sebanyak 2,5 juta liter air bersih yang didistribusikan ke 164 titik di 79 padukuhan dari 25 kalurahan.

"Total pengiriman mencapai 511 tangki dengan volume air 2.555.000 liter. Bantuan ini menjangkau 3.785 KK atau sebanyak 10.622 jiwa," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Eko Susanto.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo masih menetapkan perpanjangan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berdasarkan Keputusan Bupati.

Meskipun kemarau masih berlangsung dan hujan belum kunjung turun, Eko memastikan pasokan air bersih untuk masyarakat terdampak masih aman dan terkendali.

"Sementara ini kebutuhan air bersih masih bisa tertangani. Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan armada pendistribusian di lapangan," pungkasnya.