Aksi Emak-emak di Medan Protes Jalan Rusak: Sejak 2024 Tak Diperbaiki

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara melintasi jalan rusak yang diblokade emak-emak telah ditimbun pasir dan tanah. Akses jalan tersebut juga telah dibuka, Medan, Rabu (8/7). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara melintasi jalan rusak yang diblokade emak-emak telah ditimbun pasir dan tanah. Akses jalan tersebut juga telah dibuka, Medan, Rabu (8/7). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Sejumlah emak-emak memblokade Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Selasa (7/7). Mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera memperbaiki jalan di wilayah tersebut.

Dalam video yang diterima kumparan, terlihat banyak lubang di badan jalan. Lubang-lubang tersebut cukup dalam dan lebar. Bahkan, sebagian ruas jalan dipenuhi lumpur.

Para emak-emak memblokade jalan menggunakan kursi dan batang pohon pisang. Mereka juga memasang sejumlah kertas berisi tulisan bernada protes. Menurut warga, jalan tersebut belum diperbaiki sejak 2024.

Yanti (56), salah seorang warga yang ikut dalam aksi blokade, mengatakan protes dilakukan karena warga sudah lama resah dengan kondisi jalan yang rusak.

Menurutnya, setiap kali hujan turun, air menggenangi jalan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

"Sampai sudah beberapa hari cuaca panas, airnya masih tergenang. Jadi kami ingin jalan ini cepat kering. Lubangnya masih banyak, orang juga sudah banyak yang jatuh," kata Yanti saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/7).

Pengendara melintasi jalan rusak yang diblokade emak-emak telah ditimbun pasir dan tanah. Akses jalan tersebut juga telah dibuka, Medan, Rabu (8/7). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Menurut Yanti, kerusakan jalan diduga dipicu oleh banyaknya kendaraan bermuatan berat yang melintas. Selain itu, saluran drainase yang tersumbat membuat air terus menggenang hingga mengikis badan jalan.

"Yang rusak ini sejak banyak kontainer masuk. Ada gudang alat berat di situ. Sekarang drainasenya sudah diperbaiki dan airnya sudah mulai mengalir. Kami juga gotong royong bersama para kepala lingkungan," ujarnya.

Respons Lurah

Lurah Bantan, Syawal Nasution, mengatakan perbaikan Jalan Tirtosari telah dianggarkan melalui APBD sebesar Rp 600 juta.

Menurutnya, jalan sepanjang sekitar 225 meter itu akan dibangun menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter.

Ia menambahkan, saluran drainase yang tersumbat juga akan diperbaiki agar genangan air tidak kembali terjadi.

"Jalan Tirtosari sudah dianggarkan Rp 600 juta. Anggaran itu sudah masuk dalam Musrenbang tahun ini dan rencananya dikerjakan tahun depan. Selain jalan, drainasenya juga harus diperbaiki. Mudah-mudahan Bapenda bersama SDABMBK bisa memprioritaskan pekerjaan ini," ujar Syawal.

Blokade Jalan 3 Jam

Syawal mengatakan aksi blokade yang dilakukan sekitar 15 emak-emak itu berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Menurutnya, aksi tersebut dipicu oleh menurunnya kepercayaan warga terhadap pemerintah karena perbaikan jalan belum kunjung terealisasi.

Setelah aksi berlangsung, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) mengirimkan enam truk berisi pasir dan tanah serta alat berat untuk meratakan timbunan di lokasi.

"Rencananya setelah ini drainase akan langsung dinormalisasi. Saya baru empat bulan bertugas di sini dan memang masih banyak pekerjaan rumah terkait drainase. Itu yang akan kami kejar," kata Syawal.

Menurutnya, kondisi Jalan Tirtosari sebenarnya masih baik pada 2024. Namun, karena drainase tidak berfungsi dengan baik, air terus menggenang sehingga lapisan aspal terkikis.

"Kalau saya lihat dari Google Maps, pada 2024 jalannya masih bagus. Tapi karena air terus menggenang, aspalnya ikut tergerus. Jadi pekerjaan rumah terbesar kami memang memperbaiki drainasenya," ujarnya.

Syawal mengaku dirinya juga pernah terjatuh ke dalam parit akibat genangan air yang menutupi badan jalan.

"Saya juga pernah jatuh di situ. Genangannya sampai ke Gang Amal. Di sana ada parit di tengah jalan. Karena air tidak mengalir dan parit penuh, saya sampai terjatuh ke situ," pungkasnya.