Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Flexing Minta Maaf: Saya Mengaku Salah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. Nevirizal mundur dari jabatannya. Foto: Dok. Pemkab Gayo Lues
zoom-in-whitePerbesar
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. Nevirizal mundur dari jabatannya. Foto: Dok. Pemkab Gayo Lues

Dea Arranoya, anak dari mantan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. Nevirizal, yang viral flexing menyampaikan permintaan maaf.

Dalam surat yang dibuatnya, Dea mengakui perbuatannya adalah kesalahan.

"Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak. Saya memahami sepenuhnya bahwa tindakan saya tersebut dapat menyinggung dan melukai perasaan banyak orang, terutama di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit bagi sebagian besar masyarakat dan menciptakan persepsi yang keliru, kecerobohan, serta kegaduhan yang sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi publik," demikian bunyi pernyataan Dea, Jumat (24/7).

Untuk itu, Dea berharap dapat dimaafkan.

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurangbijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," lanjutnya.

Berikut pernyataan lengkap Dea:

SURAT TERBUKA PERMOHONAN MAAF

Kepada Yth.

Masyarakat Umum khususnya masyarakat kabupaten Gayo Lues, dan seluruh teman - teman di media sosial.

Melalui surat terbuka ini, saya Dea Arranoya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya atas tindakan serta konten yang pernah saya unggah di media sosial. Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak. Saya memahami sepenuhnya bahwa tindakan saya tersebut dapat menyinggung dan melukai perasaan banyak orang, terutama di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit bagi sebagian besar masyarakat dan menciptakan persepsi yang keliru, kecerobohan, serta kegaduhan yang sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi publik.

Terkait dengan unggahan yang menampilkan deretan jirigen berisi BBM, bahwa itu merupakan postingan pada tanggal 09 Desember 2025.

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurangbijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial."

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, saya telah:

Menghapus konten-konten terkait yang tidak pantas tersebut dari seluruh platform media sosial saya dan berkomitmen penuh untuk mengintrospeksi diri serta memperbaiki cara berinteraksi dan berbagi di ruang publik.

Dengan adanya kejadian saya benar benar terpuruk dan sangat menyesal, ke depannya, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat.

Demikian Surat terbuka permohonan maaf ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Banda Aceh, 22 Juli 2026

Hormat saya,

Dea Arranoya