Atlet dan Pelatih di Riau Tuntut Pemprov Bayar Bonus PON: Jangan Janji Saja

Ratusan atlet dan pelatih di Kota Pekanbaru, Riau, menggelar aksi unjuk rasa terkait bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) yang belum dibayarkan. Aksi tersebut berlangsung di gerbang masuk Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, Kamis (6/8).
Salah seorang atlet atletik Riau, Budi (30), mengatakan bonus yang telah diterimanya baru sebesar 45 persen dari total yang dijanjikan oleh Pemprov Riau. Budi merupakan peraih medali emas pada PON Aceh-Sumut.
"Saya dapat medali emas, bonusnya Rp 300 juta. Kemarin dibayar 45 persen Rp 129 juta. Tapi yang diterima Rp 123 juta karena dipotong pajak 5 persen," kata Budi.
Budi bersama atlet lainnya meminta Pemprov Riau segera melunasi sisa bonus yang menjadi hak mereka.
"Harapannya segera dibayarkan semuanya, jangan janji-janji saja, karena sudah dua tahun kami menunggu," ujarnya.
Hal senada disampaikan Puja, salah seorang atlet senam Riau. Ia mengaku bonus PON Aceh-Sumut 2024 hingga kini belum dibayarkan secara penuh.
"Sudah dua tahun bonus PON Aceh-Sumut 2024 belum dicairkan semuanya. Baru sekitar 45 persen yang dicairkan pada September 2025, sementara sisanya tidak ada kejelasan. Kami cuma dijanjikan saja," kata Puja.
Menurut Puja, sebelumnya Pemerintah Provinsi Riau berjanji akan melunasi pembayaran bonus tersebut pada awal tahun. Namun, hingga kini realisasi pembayaran belum dilakukan.
Karena itu, ia bersama atlet lainnya meminta pemerintah segera memenuhi hak mereka. Mereka juga berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau dapat membantu memperjuangkan hak atlet dan pelatih.
"Sekarang kami merasa takut berprestasi karena takut menjadi beban daerah untuk membayarkan bonus kami. Semangat kami rasanya sudah tidak ada lagi untuk membela Riau ini. Karena bonus saja tidak mampu ditangani oleh Pemprov Riau," pungkasnya.
