Ayah Mozza Minta Tersangka Mahendra Very Dihukum Mati: Hukum Seberat-beratnya

Ayah Mozza Axillia Gunarsa (17), Singgih Gunarsa, berharap tersangka pembunuhan putrinya, Mahendra Very Dwi Anggara (22), dihukum seberat-beratnya.
"Kalau keinginan, semuanya pasti yakin, dari pihak netizen, saudara, tetangga, keluarga semuanya pasti menginginkan hukumannya yang sama, hukuman mati dibalas dengan hukuman mati," tegas Singgih saat ditemui di rumahnya, Senin (7/9).
Selain itu, Singgih juga berharap pengadilan menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya kepada Mahendra.
Ia mengaku kematian Mozza merupakan pukulan yang amat berat bagi keluarganya. Ia pun berharap pelaku dihukum seadil-adilnya dan seberat-beratnya.
"Tolong mohon hukuman untuk tersangka bisa seadil-adilnya. Tolong jangan ada permainan di belakang untuk meringankan tersangka. Kami sudah mengalami hukuman yang sangat berat selamanya. Saya harapkan hukuman yang seadil-adilnya dan seberat-beratnya untuk tersangka," tegas Singgih.
Pihak keluarga hingga saat ini masih diselimuti duka yang sangat mendalam. Meski begitu, Singgih bersyukur putrinya telah ditemukan dan dapat dibawa pulang meski dalam kondisi meninggal dunia.
"Sampai saat ini kami tetap masih berduka, sedih tetap masih sedih, tapi alhamdulillah putri kami sudah bisa pulang lagi ke rumah. Walaupun dengan kondisi seperti sudah jenazah, tapi kami tetap kami terima. Kondisi apa pun itu, yang pasti putri kami sudah bisa pulang lagi ke rumah," imbuhnya.
Singgih juga mengucapkan terima kasih kepada polisi yang telah membantu mengungkap kasus tersebut, terutama Tim Resmob Polres Semarang.
"Untuk kepolisian, saya berterima kasih banyak sudah membantu kami dari awal sampai akhir. Terutama untuk Resmob Polres Semarang yang kinerjanya sangat luar biasa dengan membantu kami sampai diketemukan putri kami dan untuk Polda Jawa Tengah juga yang telah menerima laporan aduan kami, kami berterima kasih sekali," ungkap Singgih.
Ia juga berharap setiap laporan masyarakat, terutama terkait orang hilang, dapat segera ditangani oleh kepolisian.
"Saya harap jika masalah ini di satu tempat, saya harap semua kepolisian Indonesia bisa bekerja sama membantu. Bisa mengupayakan semua apa yang dirasakan para korban yang mengadu kepada jenengan semua," kata Singgih.
