Bareskrim Rilis DPO Yuwanki, Pemilik Club Planet Batam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemilik THM Planet 3 Batam jadi DPO Bareskrim. Foto: Dok Bareskrim
zoom-in-whitePerbesar
Pemilik THM Planet 3 Batam jadi DPO Bareskrim. Foto: Dok Bareskrim

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menetapkan Yuwanki sebagai tersangka sekaligus memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia merupakan pemilik HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Batam, Kepulauan Riau.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan Yuwanki merupakan bandar narkoba. Ia disebut menyediakan narkotika bersama tersangka Basri Lewaimang (50) yang telah ditangkap lebih dahulu.

"Terkait DPO atas nama tersangka Yuwanki, selaku pemilik THM Planet Batam sekaligus bandar narkoba yang menyediakan berbagai jenis narkoba di THM Planet Batam bersama tersangka Basri," kata Eko dalam keterangannya.

Dirtipid Narkoba Bareskrim, Brigjen Eko Hadi Santoso. Foto: Dok. kumparan video

Penyidik Bareskrim bekerja sama dengan Interpol untuk memburu Yuwanki.

"Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim akan terus melakukan pengejaran kepada ybs, bekerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol," jelasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap Basri Lewaimang, pengelola tempat hiburan malam HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Batam yang sebelumnya masuk dalam DPO. Basri ditangkap di Johor Bahru, Malaysia.

Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kompol Drago mengatakan penangkapan Basri dilakukan melalui kerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol.

Pengelola tempat hiburan malam HH Club, Planet 3.0 Pub & KTV Batam, Basri Lewaimang, tiba di Bareskrim Polri Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

“Untuk DPO Basri ini kerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol, yang mana yang bersangkutan terpantau di daerah Johor Bahru, Malaysia. Jadi diamankan sekitar pukul 00.30 waktu Malaysia,” kata Drago kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya dua alat komunikasi, sejumlah uang dalam pecahan rupiah, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia.

Polisi juga mengamankan tiga lembar catatan yang diduga merupakan rekapan penjualan narkotika.

“Untuk yang diamankan pada saat di Malaysia, ada dua alat komunikasi, terus beberapa pecahan mata uang rupiah, dolar Singapura, dan ringgit, dan tiga rangkap tulisan catatan rekapan yang diduga rekapan narkotika,” sebut Drago.