Bayi Ditemukan dalam Tas di Teras Rumah Pasutri yang Belum Punya Anak di Kudus

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di tas kantong kertas di teras rumah warga di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Foto: Kades Karangampel
zoom-in-whitePerbesar
Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di tas kantong kertas di teras rumah warga di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Foto: Kades Karangampel

Seorang bayi jenis kelamin perempuan ditemukan di dalam tas kantong kertas di teras rumah warga di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8) malam. Bayi tersebut diduga baru lahir karena masih terdapat tali pusar.

Video penemuan bayi perempuan tersebut viral di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut bayi ditemukan di Desa Karangampel, Kabupaten Kudus.

Muhammad Humaidi, warga yang menemukan bayi tersebut, mengatakan bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan di teras rumahnya yang berada di RT 04/RW 03, Desa Karangampel.

Humaidi awalnya mengira tas tersebut berisi berkat pengajian. Ia kemudian memanggil istrinya untuk membuka tas tersebut.

"Saya pulang dari mengaji Selasa malam jam 22.30 WIB, sampai rumah kok ada tas tenteng kertas. Kemudian saya tanya istri, setelah dibuka istri saya isinya ternyata bayi," kata Humaidi saat dihubungi kumparan, Rabu (12/8).

Istri Humaidi kemudian berteriak hingga sejumlah warga sekitar mendatangi teras rumahnya. Saat pertama ditemukan, bayi tersebut masih tertidur di dalam tas. Setelah warga berdatangan, bayi itu terbangun dan menangis.

Menurut Humaidi, kondisi bayi saat ditemukan sudah bersih. Bayi juga telah diselimuti dan mengenakan sarung tangan. Tali pusar masih menempel pada bayi tersebut.

Humaidi menduga orang yang meletakkan bayi itu kemungkinan mengenalnya. Terlebih, ia dan istrinya belum dikaruniai anak.

"Kemungkinan ya orang yang naruh itu tahu saya belum dikaruniai anak. Kemudian naruh bayinya di rumah saya. Semalam juga banyak yang ingin mengadopsi," ujarnya.

Bayi tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus untuk mendapatkan perawatan medis.

"Bayinya langsung dibawa ke RSI untuk mendapatkan penanganan medis," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSI Sunan Kudus, dr Ahmad Syaifuddin, mengatakan bayi tersebut tiba di RSI Sunan Kudus pada Selasa (11/8) sekitar pukul 23.30 WIB. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut memiliki berat badan 2,6 kilogram.

"Masih ada tali pusarnya panjang. Dimungkinkan baru lahir 30 menit sejak ditemukan di rumah warga. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada bayi," kata Ahmad saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (12/8).

Ia menambahkan kondisi bayi secara umum sehat. Namun, bayi masih membutuhkan observasi lebih lanjut karena asupan minumnya kurang.

"Observasi masih kami lakukan karena bayi tersebut kurang minum. Dikhawatirkan terjadi pemburukan kondisi," terangnya.

Bayi tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di ruang IGD. Saat ini, bayi masih menjalani observasi di ruang Perinatologi Risiko Tinggi (Peristi).

"Observasi masih dilakukan supaya kondisi bayi tersebut tidak drop. Apalagi bayinya kurang minum. Bayi tersebut terus dipantau oleh dokter anak," imbuhnya.