Bos Kartel Narkoba Australia Ditangkap saat Naik Private Jet di Ngurah Rai, Bali
·waktu baca 2 menit

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan Bea Cukai menangkap Angelo Pandeli di Terminal Selatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Sabtu (6/6) pukul 22.00 WIB.
Angelo merupakan bos kartel narkoba asal Australia di Terminal Selatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Sabtu (6/6) pukul 22.00 WIB. Penangkapan ini atas informasi Intelijen Australian Federal Police (AFP) dan Drug Enforcement Administration (DEA).
"Angelo adalah tokoh tindak pidana terorganisasi lintas negara yang sangat berpengaruh dan anggota penting dari geng sepeda motor terlarang Hells Angels," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso lewat keterangannya, Jumat (12/6).
Eko menyebut, Angelo berperan penting dalam penyelundupan narkotika di perbatasan Australia.
"Bertanggung jawab atas sejumlah besar impor komersial Narkotika yang Dikendalikan Perbatasan yang terjadi di masa lalu maupun yang masih berlangsung ke Australia," jelasnya.
Saat diamankan, Angelo hendak berangkat menggunakan pesawat jet pribadi yang bertujuan ke Maputo, Mozambik. Ia memalsukan identitasnya dengan nama George Anderson Mota Correia, warga negara Brasil.
"Informasi menunjukkan bahwa Angelo Pandeli mungkin memiliki paspor Venezuela atau St. Kitts dan Nevis yang diperoleh secara curang," ucapnya.
Adapun dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya: paspor Brasil atas nama George Anderson (palsu); paspor asli atas nama Angelo Pandeli; 8 unit ponsel dan tablet; dan uang tunai sebesar USD 600.
