BPBD: 6.703 Warga Mojokerto Terdampak Krisis Air Bersih

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menuangkan air ke dalam jeriken di Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Minggu (19/7/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga menuangkan air ke dalam jeriken di Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Minggu (19/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

BPBD Mojokerto mencatat sebanyak 2.776 kepala keluarga (KK) atau 6.703 jiwa di tiga desa yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Mojokerto mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda dalam 4 bulan terakhir.

"Jumlah warga terdampak dari tiga desa tersebut sebanyak 2.776 KK, dengan total sekitar 6.703 jiwa," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim lewat keterangannya, Minggu (19/7).

Abdul menyebut, warga sudah mengajukan permintaan air bersih.

"Pengajuan dropping air bersih akan segera direalisasikan melalui penetapan SK Bupati Mojokerto," jelasnya.

Ketiga desa yang terdampak berada di kaki Gunung Penanggungan. Dua desa di antaranya berada di Kecamatan Ngoro, yakni Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah.

Sementara satu desa lainnya, yakni Desa Duyung, berada di Kecamatan Trawas. Warga di tiga desa tersebut mengalami krisis air bersih dan kini mengandalkan sisa air hujan yang ditampung di tempat penampungan maupun bantuan air bersih dari sejumlah instansi.