Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Menteri PPPA Minta Korban Didampingi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Shutterstock

Kasus pemerkosaan yang dialami seorang gadis korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) berusia 15 tahun mendapat perhatian dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

Fauzi meminta korban pemerkosaan tersebut ditangani dengan baik.

"Untuk itu memang sudah kita tangani dan sedang dikoordinasikan, kemudian korban juga sudah dalam pendampingan kami, jadi sudah dikoordinasikan dengan baik," kata Fauzi dikutip Antara, Senin (7/9).

Ia menyebutkan, korban merupakan seorang anak berusia di bawah 15 tahun.

Selain itu, Kementerian PPPA bersama berbagai pihak kini masih melakukan pendataan lebih lanjut terhadap para pengungsi untuk menyiapkan tenda khusus perempuan dan anak.

"Kita kan kerjanya kolektif ya dari BNPB, Kemensos, dari Kemenko PMK yang juga langsung turun ke lapangan, sudah dipetakan bahwa tenda ini memang tenda khusus untuk perempuan dan anak. Memang ada beberapa tenda yang masih bercampur, tetapi kan ini enggak bisa langsung, butuh waktu untuk pendataan lebih lanjut," ujar dia.

Hingga saat ini polisi belum menangkap pelaku.