Gadis 15 Tahun Pengungsi Gempa NTT Diperkosa di Rumah Kosong, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pemerkosaan. Foto: Tinnakorn  jorruang/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pemerkosaan. Foto: Tinnakorn jorruang/Shutterstock

Seorang gadis berusia 15 tahun yang merupakan pengungsi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga diperkosa oleh seorang pria berinisial M. Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Sikka, NTT.

Kasus ini telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

"Polres Sikka telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut. Saat ini, Satreskrim Polres Sikka sedang melakukan proses penanganan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, Jumat (4/9/2026).

Peristiwa bejat itu terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026. Tempat kejadian perkara (TKP) berada di sebuah rumah kosong yang berjarak tak jauh dari lokasi pengungsian korban.

"Kejadian dugaan pemerkosaan tersebut terjadi bukan di tenda atau tempat pengungsian, melainkan di salah satu rumah warga di Kampung Nangahale yang ditinggalkan penghuninya untuk mengungsi," ungkap Ipda Leonardus.

Awalnya, pelaku membujuk korban dengan mengajak mengambil makanan di rumahnya. Namun, di tengah perjalanan, pelaku mendadak menyeret korban ke dalam rumah kosong lalu melancarkan aksinya.

"Modusnya, pelaku sengaja mengajak korban mengambil makanan. Kasus ini telah dilaporkan oleh korban ke SPKT Polres Sikka pada Rabu, 19 Agustus 2026," lanjutnya.

Dalam menangani perkara ini, penyidik telah melakukan sejumlah langkah hukum, mulai dari menerbitkan laporan polisi, mengajukan permintaan visum et repertum, hingga memeriksa pelapor, korban, serta para saksi.

"Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan," pungkas Ipda Leonardus.