Irjen Hengki Resmi Jabat Kapolda Jabar: Setiap Laporan Warga Harus Didengarkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Jabar, Irjen Pol Hengki pada  Welcome Parade Polda Jawa Barat di Lapangan Polda Jabar, Selasa (13/10). Dok. Abisatya Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Jabar, Irjen Pol Hengki pada Welcome Parade Polda Jawa Barat di Lapangan Polda Jabar, Selasa (13/10). Dok. Abisatya Foto: Abisatya/kumparan

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Hengki meminta seluruh personel kepolisian di wilayahnya terbuka terhadap kritik dan keluhan masyarakat. Dia menegaskan, kedekatan polisi dengan masyarakat harus diwujudkan melalui pelayanan yang responsif, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal itu disampaikan Hengki saat menjadi inspektur upacara dalam kegiatan Farewell & Welcome Parade Polda Jawa Barat di Lapangan Polda Jabar, Selasa (13/10). Kegiatan tersebut sekaligus menandai pergantian kepemimpinan Kapolda Jabar dari Irjen Pol Pipit Rismanto kepada Hengki.

Dalam sambutannya, Hengki menekankan pentingnya semangat kebersamaan antara polisi dan masyarakat dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurut dia, personel harus hadir di tengah masyarakat, memahami kondisi warga, dan bekerja sama untuk menjaga keamanan lingkungan.

“Hal itu dimulai dari kemauan menjadi pendengar yang baik, dengarkan keluhan dengan sabar, terima kritik dengan lapang dada, dan pahami persoalan sebelum mengambil tindakan,” kata Hengki.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Hengki pada Welcome Parade Polda Jawa Barat di Lapangan Polda Jabar, Selasa (13/10). Dok. Abisatya Foto: Abisatya/kumparan

Dia menegaskan, setiap warga yang menyampaikan laporan atau keluhan harus mendapat perlakuan yang baik. Masyarakat juga perlu memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjut laporan yang disampaikan kepada kepolisian.

“Setiap warga yang datang harus merasa dihargai, didengarkan, dan memperoleh kejelasan atas penanganan laporan yang disampaikan,” ujarnya.

Menurut Hengki, masukan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian. Karena itu, transformasi Polri tidak cukup dilakukan melalui pembenahan kelembagaan, tetapi juga harus menyentuh pola pikir dan perilaku personel.

“Dari kesediaan mendengar, kita mengetahui apa yang harus dibenahi. Karena itu, transformasi Polri harus menyentuh cara berpikir, perilaku, dan mutu pelaksanaan tugas,” tuturnya.

Hengki menyebut pembenahan perlu mencakup berbagai bidang, mulai dari sumber daya manusia, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, anggaran, hingga pemanfaatan teknologi. Seluruh upaya tersebut harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Wujudnya adalah pelayanan yang cepat dan mudah, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta pelaksanaan kewenangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Lanjutkan Program Kapolda Sebelumnya

Dalam kesempatan tersebut, Hengki menyampaikan apresiasi kepada Pipit Rismanto atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polda Jabar. Dia menilai berbagai upaya yang telah dilakukan Pipit bersama jajaran menjadi landasan penting bagi pelaksanaan tugas kepolisian selanjutnya.

“Upaya beliau bersama seluruh jajaran dalam memelihara kamtibmas, meningkatkan pelayanan, serta membangun kedekatan dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan landasan berharga untuk kita lanjutkan,” ucap Hengki.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Hengki pada Welcome Parade Polda Jawa Barat di Lapangan Polda Jabar, Selasa (13/10). Dok. Abisatya Foto: Abisatya/kumparan

Hengki mengatakan, capaian pada masa kepemimpinan sebelumnya perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Dia berkomitmen melanjutkan program yang telah memberikan manfaat sekaligus membenahi hal-hal yang masih memerlukan perbaikan.

“Selaku Kapolda Jawa Barat yang baru, saya berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah memberikan manfaat, membenahi hal-hal yang masih memerlukan perbaikan, serta memastikan langkah seluruh jajaran selaras dengan arah kebijakan Bapak Kapolri,” katanya.

Dia juga mengajak seluruh personel melaksanakan program prioritas Kapolri secara sungguh-sungguh. Selain itu, kepolisian diharapkan turut mengawal kebijakan dan program pemerintah sesuai tugas dan kewenangan Polri.

Menurut Hengki, upaya tersebut perlu didukung melalui pemeliharaan stabilitas keamanan, penegakan hukum, dan perlindungan terhadap masyarakat.

Perkuat Sinergi dengan Berbagai Pihak

Hengki turut meminta para pimpinan di setiap tingkatan menjadi teladan bagi anggota. Mereka diharapkan mampu membimbing personel sekaligus membangun budaya kerja yang disiplin dan terbuka terhadap evaluasi.

Dia menyadari tugas sebagai Kapolda Jabar tidak dapat dijalankan seorang diri. Dukungan dan kerja sama seluruh personel diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Karena itu, Hengki mengajak jajarannya memperkuat kebersamaan dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta berbagai elemen masyarakat.

“Saya memohon doa restu dan mengajak seluruh personel memperkuat kebersamaan serta sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan segenap elemen masyarakat demi terwujudnya Jawa Barat yang aman dan kondusif,” tuturnya.

Dalam upacara tersebut, Hengki menerima amanah kepemimpinan Polda Jabar yang ditandai dengan tradisi penyerahan Pataka Ganda Wibawa Sakti. Pataka tersebut menjadi simbol kehormatan institusi, semangat pengabdian, dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.

Hengki menegaskan, amanah tersebut menjadi pengingat baginya untuk memimpin dengan keteladanan, menjaga soliditas jajaran, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Mari kita jaga kehormatan Pataka Ganda Wibawa Sakti melalui kewibawaan, kekuatan, dan keteguhan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” pungkasnya.