Jeje soal Siswa SMP Bandung Barat Patungan Perbaiki Sekolah: Dana BOS ke Mana?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat tinjau sekolah di Bandung Barat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat tinjau sekolah di Bandung Barat. Foto: Dok. Istimewa

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengecek SMP Negeri 2 Ngamprah terkait aksi siswanya yang patungan untuk memperbaiki gedung sekolah yang rusak.

Kepada kepala sekolah, Jeje mempertanyakan kondisi fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan. Padahal, SMPN 2 Ngamprah pernah meraih juara 1 Adiwiyata tingkat nasional.

“Ini kenapa bisa sampai seperti ini? Artinya ke mana itu dana BOS-nya?” kata Jeje, Senin (24/8).

Jeje sebelumnya telah meminta Dinas Pendidikan Bandung Barat turun langsung mengecek kondisi sekolah. Dari laporan yang diterimanya, terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.

Selain ruang kelas, Jeje juga menyoroti kondisi toilet yang dinilai tidak layak, papan tulis yang kurang baik, serta kebersihan lingkungan sekolah.

“Dari laporan yang saya dapat ada tiga ruang kelas yang mengalami rusak sedang juga rusak berat. Toilet yang tidak bagus, tidak layak. Kemudian ada papan tulis yang kurang bagus. Lalu juga masalah kebersihan lingkungan di area sekolah ini,” ujarnya.

Jeje memastikan Pemkab Bandung Barat langsung menangani tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan. Ia mengaku telah melihat progres perbaikan saat melakukan peninjauan.

“Jadi ada dari Pemda kita langsung segera untuk membereskan tiga ruang kelas. Alhamdulillah tadi juga saya pantau sudah ada progres lah,” tuturnya.

Sementara itu, untuk perbaikan toilet, Pemkab Bandung Barat menggandeng perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Ini kita dari program CSR-nya untuk membantu merehab toilet-toilet yang ada di sekolah di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Jeje juga menyoroti adanya 29 ruang kelas rusak yang sebelumnya telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat.

Namun, ia menilai kerusakan ringan semestinya dapat ditangani lebih awal melalui dana BOS sekolah sehingga tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.

“Harusnya dengan pemeliharaan ringan ini hal ini tidak terjadi sampai seperti itu sekarang,” ucapnya.

Untuk memastikan pengelolaan dana BOS, Jeje mengatakan pemeriksaan secara menyeluruh akan dilakukan dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Inspektorat.

“Ya pastinya kita akan di sini ada Pak Kadis untuk melihat pemeriksaan secara menyeluruh berkaitan dengan dana BOS. Harusnya kita bisa transparan lah,” tegasnya.

Tak hanya soal dana BOS, Jeje juga menyinggung pernyataan Kepala SMPN 2 Ngamprah yang sebelumnya disampaikan kepada media.

Menurutnya, pihak sekolah seharusnya memberikan penjelasan secara tepat agar persoalan tersebut tidak semakin ramai.

“Saya juga menanyakan Pak Kepsek kemarin penyampaian ke media bahasanya juga kurang enak lah. Maksudnya harus lebih bisa menjelaskan dengan tepat,” katanya.

Kondisi kerusakan ruang kelas di SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Dok. Istimewa

“Kalau mungkin dijelaskan dengan baik juga tidak akan lebih ramai lagi,” sambung Jeje.

Sementara itu, Plt Inspektorat Bandung Barat Yadi Azhar mengungkapkan sekolah tersebut mendapat alokasi dana BOS sekitar Rp 1,3 miliar pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 274 juta atau 20 persen dialokasikan untuk sarana dan prasarana.

“Jadi untuk semester pertama, mereka sudah mencairkan sekitar Rp 64 juta. Untuk semester kedua, kita lihat apakah sudah dicairkan atau belum,” kata Yadi.

Inspektorat akan mendalami penggunaan anggaran tersebut, termasuk memastikan realisasinya sesuai dengan peruntukan.

“Itu yang akan kita dalami. Kita akan menjalankan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.