Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Martapura Kalsel, Jarak Pandang Hanya 4 Meter

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kabut asap di Kota Martapura, Kalimantan Selatan, Minggu (30/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kabut asap di Kota Martapura, Kalimantan Selatan, Minggu (30/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (29/8). Kondisi ini paling parah terjadi pada pagi hari.

Pantauan di lokasi, tampak kabut asap bak suasana di kota dalam film horor Silent Hill yang disutradarai Christophe Gans. Permukiman warga diselimuti kabut asap. Jarak pandang hanya 1 hingga 4 meter sehingga sangat mengganggu pengendara.

Kondisi ini membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas. Mereka bahkan menyalakan lampu kendaraan dan membunyikan klakson.

“Saya memilih berhenti karena jarak pandang sudah sangat pendek. Sepanjang jalan saya juga menyalakan lampu kendaraan dan membunyikan klakson agar terhindar dari tabrakan sesama pengendara,” ujar salah satu pengendara, Ahmad.

Ahmad juga menambahkan, kondisi kabut pekat ini telah terjadi selama sepekan, semenjak kebakaran hutan sering terjadi di Kabupaten Banjar.

“Sangat terganggu dan membahayakan tentunya. Kabut ini juga sangat mengganggu pernapasan,” ungkapnya.

Kondisi kabut asap yang tebal ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan Martapura. Maraknya kebakaran hutan dan lahan juga dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi kabut asap apabila tidak segera ditangani.

“Kita berharap pemerintah agar lebih keras lagi dalam menangani kebakaran hutan dan lahan karena dampaknya sangat merugikan masyarakat,” tutupnya.

Tidak hanya pengendara, dampak kabut asap juga dirasakan warga lain yang tengah melakukan olahraga pagi. Salah satunya Madi, warga Martapura, yang mengaku harus menggunakan masker saat berolahraga di luar ruangan.

“Harus pakai masker, meski napas menjadi ngos-ngosan saat olahraga,” katanya.

Ia juga menduga kabut asap pekat ini disebabkan banyaknya kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Banjar. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya memadamkan kebakaran lahan, tetapi juga mengidentifikasi penyebab kebakaran tersebut.

“Bisa saja kebakaran lahan ini memang ada yang sengaja membakar untuk membuka lahan perkebunan atau lainnya,” ujarnya.