KDM Akan Temui Wakil Bupati Subang soal Kasus Dugaan Pelecehan-Penganiayaan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ASN Pemda Provinsi Jawa Barat sukses renovasi 18 Rutilahu di Desa Girimukti, Cikelet, Garut, lewat program gotong royong Poe Ibu yang diinisiasi Gubernur Dedi Mulyadi, Senin (7/9/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar
zoom-in-whitePerbesar
ASN Pemda Provinsi Jawa Barat sukses renovasi 18 Rutilahu di Desa Girimukti, Cikelet, Garut, lewat program gotong royong Poe Ibu yang diinisiasi Gubernur Dedi Mulyadi, Senin (7/9/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan turun langsung menindaklanjuti polemik dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila.

Dedi mengatakan Pemprov Jabar telah melakukan pemeriksaan melalui Inspektorat untuk mencari kejelasan mengenai dugaan peristiwa tersebut.

Ia mengaku telah menanyakan perkembangan investigasi kepada Inspektorat. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ada pihak yang diperiksa mengakui bahwa dugaan peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

"Kalau kita berdasarkan investigasi yang ada di Inspektorat, nggak ada yang bisa diumumkan," kata Dedi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat pada Jumat (11/9). Foto: Abisatya/kumparan

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena seluruh pihak yang diperiksa membantah adanya peristiwa sebagaimana informasi yang beredar.

"Kenapa nggak ada yang bisa diumumkan? Semua pihak mengakui perbuatannya tidak pernah ada. Ya kan? Artinya semua pihak yang diperiksa oleh Inspektorat tidak ada satu pun yang mengakui peristiwa itu ada," ujarnya.

Dedi mengatakan pemeriksaan Inspektorat belum menemukan pihak yang membenarkan dugaan kasus tersebut. Karena itu, tidak ada kesimpulan yang dapat disampaikan kepada publik berdasarkan hasil investigasi tersebut.

"Semua membantah, mengatakan tidak ada peristiwa itu. Sehingga, saya Inspektorat apa yang diumumkan, orangnya tidak mengaku semuanya, gitu loh," tuturnya.

Meski demikian, Dedi menyadari polemik tersebut masih menjadi perhatian dan menimbulkan berbagai pertanyaan di masyarakat. Karena itu, ia berencana mendatangi langsung Pemkab Sumedang untuk mendapatkan penjelasan dari pihak-pihak terkait.

"Sehingga saya nanti hari Senin akan berkunjung langsung ke Pemda Sumedang," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi berencana berbicara langsung dengan Bupati Sumedang, Wakil Bupati Sumedang, istri Wakil Bupati, serta Sekretaris Daerah Sumedang.

"Saya nanti akan tanyanya Bupati, Wakil Bupati, istrinya, Sekdanya, akan saya tanya langsung," ujar Dedi.

Dedi mengatakan pendekatan yang akan digunakannya bukan pemeriksaan formal seperti yang dilakukan Inspektorat. Ia ingin berbicara secara langsung dan dari hati ke hati dengan pihak-pihak terkait untuk memperoleh gambaran mengenai persoalan yang sebenarnya terjadi.

"Saya akan mengajak ngobrol sebagai orang tua pada anak-anaknya atau pada adik-adiknya, sehingga saya nanti bisa mendapatkan kesimpulannya secara langsung," ucapnya.

Menurut Dedi, Pemprov Jabar sebelumnya memang sengaja menyerahkan proses pemeriksaan kepada Inspektorat karena hal tersebut merupakan tugas lembaga tersebut. Ia menilai tidak tepat jika dirinya sebagai gubernur langsung turun melakukan pemeriksaan sejak awal.

"Kalau kemarin kan menugaskan Inspektorat karena memang tugasnya. Masa Gubernur langsung yang memeriksa kan nggak bagus," katanya.

Dedi berharap pertemuan tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dugaan kasus yang menjadi polemik tersebut. Hasil pertemuan nantinya akan menjadi bahan bagi dirinya untuk menentukan langkah selanjutnya.

Hingga kini, polemik dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan tersebut masih memerlukan pendalaman. Berdasarkan keterangan Dedi, hasil investigasi Inspektorat belum menemukan pihak yang mengakui adanya peristiwa sebagaimana dugaan yang beredar.

Dugaan kasus tersebut mencuat setelah beredar informasi mengenai dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan yang disebut dilakukan Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial R.

Informasi yang beredar menyebut dugaan peristiwa tersebut terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang pada 17 Agustus 2026. Kasus tersebut kemudian menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan di media sosial.