KDM Datangi Polres Purwakarta, Dorong Kasus Tewasnya Sekuriti Diusut Tuntas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ajak sekolah swasta buka akses bagi siswa tidak mampu yang belum diterima di sekolah negeri, Jumat (19/6/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ajak sekolah swasta buka akses bagi siswa tidak mampu yang belum diterima di sekolah negeri, Jumat (19/6/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Polres Purwakarta untuk menanyakan langsung perkembangan penyelidikan kasus tewasnya seorang sekuriti bernama Sumarna (40), yang jasadnya ditemukan mengapung di Danau Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM bertemu dengan penyidik Polres Purwakarta dan meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara.

"Saya ini lagi di Polres Purwakarta untuk menanyakan perkembangan penanganan anggota sekuriti yang meninggal atau dibunuh, lalu dibuang di Danau Jatiluhur. Bagaimana perkembangannya, Pak?" tanya Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Senin (27/7).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi. Hingga saat ini, sebanyak 15 saksi telah diperiksa.

"Untuk perkembangan kasus yang sudah kami dalami, sementara sudah 15 saksi yang kami periksa. CCTV di luar area sekitar waduk juga sudah kami amankan," kata I Made.

Ia menambahkan, penyidik juga mendalami sejumlah kemungkinan yang berkaitan dengan latar belakang kasus, termasuk persoalan pribadi maupun keluarga korban.

"Kemudian ada beberapa hipotesis atau kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap korban, baik itu permasalahan pribadi maupun keluarga, sudah kami dalami. Terkait 15 saksi tersebut, semuanya sudah kami mintai keterangan untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Dedi kemudian menanyakan optimisme kepolisian dalam mengungkap pelaku kasus tersebut.

"Yang jelas optimistis pelakunya bisa ditangkap?" tanya Dedi.

"Siap, bisa," jawab I Made.

Dedi pun mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersabar dan memberikan kepercayaan kepada kepolisian dalam menuntaskan penyelidikan.

"Insyaallah, buat seluruh warga Jawa Barat, kasus ini akan segera terungkap. Polres Purwakarta bersungguh-sungguh untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas," tandasnya.