KDM Tegur Camat di Bandung karena Marak Parkir & Tenda Liar: Malu Harusnya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegur Camat ketika melakukan sidak di wilayah Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Foto: Dok. Tangkapan layar video YouTube @KANGDEDIMULYADICHANNEL
zoom-in-whitePerbesar
Momen Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegur Camat ketika melakukan sidak di wilayah Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Foto: Dok. Tangkapan layar video YouTube @KANGDEDIMULYADICHANNEL

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Dalam sidak tersebut, Dedi Mulyadi menemukan sejumlah persoalan, mulai dari parkir liar, kendaraan yang ditinggalkan berbulan-bulan di pinggir jalan, hingga tenda yang dijadikan tempat tinggal di ruang publik.

Temuan itu membuat Dedi langsung menegur Camat Coblong yang turut mendampinginya. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan oleh pemerintah kecamatan tanpa harus menunggu gubernur turun langsung ke lapangan.

"Ibu Camat, ini gimana, Bu? Kok daerah sampai begini Ibu biarin?" kata Dedi saat meninjau lokasi dalam tayangan Youtube KDM--sapaan akrab Dedi Mulyadi, Senin (3/8).

Momen Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegur Camat ketika melakukan sidak di wilayah Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Foto: Dok. Tangkapan layar video YouTube @KANGDEDIMULYADICHANNEL

Saat Camat Coblong menjelaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali memberikan peringatan, Dedi menegaskan yang dibutuhkan bukan sekadar teguran, melainkan tindakan nyata.

"Bukan diberi tahu, tindakan!" tegasnya.

Dedi juga menyoroti keberadaan tenda yang digunakan warga untuk tinggal dan memasak di ruang publik. Ia mempertanyakan mengapa persoalan tersebut belum ditangani oleh aparat kewilayahan.

"Orang bikin tenda di situ, tidur di situ, masak di situ. Bagaimana sih? Masa gubernur yang tangani?" ujarnya.

Selain itu, Dedi menemukan kendaraan yang telah terparkir di lokasi selama sekitar satu bulan tanpa penanganan. Menurutnya, seorang camat harus berani mengambil tindakan terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi di wilayahnya.

"Ini mobil sudah satu bulan parkir di situ. Ya kan? Kalau Ibu enggak berani eksekusi, jangan jadi camat!" katanya.

Dalam kesempatan itu, Dedi menegaskan tugas seorang camat adalah aktif memantau kondisi wilayah, bukan hanya bekerja di balik meja. Ia meminta seluruh jajaran kecamatan rutin berkeliling untuk memastikan setiap persoalan dapat ditangani sejak dini.

"Camat itu tiap hari keliling, dicek. Malu harusnya sampai gubernur ngurusin yang begini," ujarnya.

Menurut Dedi, berbagai persoalan seperti parkir liar, pedagang yang melanggar aturan, hingga pemanfaatan ruang publik yang tidak semestinya seharusnya dapat dicegah apabila pemerintah kewilayahan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

"Kalau camat dan kelurahan berfungsi, gubernur enggak usah ngurusin yang begini. Bukan tugas gubernur ini. Tapi karena saya ngantor di sini, di Kota Bandung, saya malu. Ini ibu kota Provinsi Jawa Barat," katanya.

Dedi juga mengingatkan bahwa aparatur kecamatan menerima tunjangan kinerja sehingga harus diimbangi dengan kinerja nyata di lapangan.

"Camat itu keluar semua, bawa semua pegawai. Parkir liar di mana-mana, mobil tua sudah berbulan-bulan di pinggir jalan. Malu, Bu, ini Kota Bandung. Ibu dapat tunjangan kinerja di sini, kinerjanya lihatin," tegasnya.

Menutup arahannya, Dedi meminta Camat Coblong lebih aktif berkeliling setiap hari untuk menertibkan pedagang maupun berbagai pelanggaran lainnya sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

"Coba Ibu tiap hari keliling, pakai mobil keliling, dicek. Pedagang yang melanggar ditegur dari awal. Kemudian ini jangan sampai begini," pungkasnya.