Kebakaran Landa Permukiman Padat Penduduk di Makassar: 50 Rumah Hangus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Makassar, Jumat (31/7/2026) dini hari WITA. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Makassar, Jumat (31/7/2026) dini hari WITA. Foto: Dok. Istimewa

Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/7) dini hari. Sebanyak 50 rumah dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadly Wellang, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WITA. Begitu menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan 30 unit armada beserta puluhan personel ke lokasi.

"Kami langsung menuju lokasi dengan kekuatan penuh karena kawasan tersebut merupakan permukiman padat dan mayoritas rumah yang terbakar merupakan bangunan semi permanen," kata Fadly kepada wartawan.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di salah satu rumah warga. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

"Dugaan sementara penyebabnya korsleting listrik," ujarnya.

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Makassar, Jumat (31/7/2026) dini hari WITA. Foto: Dok. Istimewa

Fadly mengatakan, sebanyak 90 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit serta banyaknya warga yang berada di sekitar lokasi.

Petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 04.10 WITA. Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan, seluruh armada dan personel meninggalkan lokasi pada pukul 04.39 WITA.

"Petugas berhasil menguasai kobaran api sekitar pukul 04.10 WITA. Setelah dipastikan situasi aman dan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali, seluruh armada dan personel meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.39 WITA," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan sekitar 50 rumah. Untuk kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.