Khawatir Asap Karhutla, 465 Sekolah di Kalsel Ajukan Penyesuaian Pembelajaran

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mengganggu aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Banjar. Sebanyak 465 sekolah mengajukan penyesuaian metode pembelajaran untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap siswa dan tenaga pendidik.
Kabut asap dilaporkan masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, terutama Kecamatan Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, dan Gambut. Kondisi tersebut mendorong sekolah-sekolah di wilayah terdampak menyesuaikan kegiatan belajar mengajar.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Eddy Rachman, mengatakan ratusan sekolah telah mengajukan perubahan pola pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap, ratusan sekolah di Kabupaten Banjar mengajukan penyesuaian metode pembelajaran. Tercatat sebanyak 465 sekolah mengajukan perubahan pola kegiatan belajar mengajar, dengan skema yang disesuaikan berdasarkan kondisi di masing-masing sekolah,” ujar Eddy, Senin (12/10/2026).
Dari total tersebut, sebanyak 134 sekolah mengajukan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara penuh. Sementara itu, 314 sekolah mengajukan penyesuaian jadwal masuk menjadi siang hari, sedangkan 17 sekolah lainnya mengajukan kombinasi metode pembelajaran.
Eddy mengatakan, penyesuaian tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik, sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
“Kita dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar selalu memantau kondisi setiap harinya,” tuturnya.
Kabut asap akibat karhutla menjadi perhatian karena paparan asap dapat mengganggu kesehatan, terutama pada anak-anak. Kondisi tersebut juga berpotensi menghambat konsentrasi dan kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran.
Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Penyesuaian metode pembelajaran diharapkan dapat membantu melindungi siswa dan tenaga pendidik selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.
Pihak sekolah juga diharapkan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan, dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.
