Kualitas Udara di Pontianak 'Sangat Tidak Sehat', TK-SMP Diliburkan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas melakukan pemadaman saat kebakaran hutan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan pemadaman saat kebakaran hutan. Foto: Dok. Istimewa

Status kualitas udara di Kota Pontianak menunjukkan kategori 'Sangat Tidak Sehat' dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2.5 mencapai angka 236.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Pontianak kembali menerapkan pembelajaran daring bagi siswa PAUD hingga SMP.

"Sudah kami liburkan mulai hari ini lagi, dari TK sampai dengan SMP. Kalau SMA itu kewenangan pemerintah provinsi," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dalam keterangan yang diterima, Senin (24/8).

Edi juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Sejumlah kegiatan di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak turut dibatalkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kualitas udara.

BPBD Berjibaku Padamkan Api

Dalam kurun waktu 24 jam, sedikitnya delapan titik karhutla tercatat muncul di Kabupaten Sintang. Sejumlah titik bahkan masih dalam penanganan petugas hingga Minggu, 23 Agustus 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Benyamin, mengatakan delapan titik karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

Lokasi kebakaran antara lain berada di Desa Anggah Jaya, Dusun Mangkuk Matai, sekitar PLTU Sungai Ringin dan dekat permukiman warga, Kecamatan Sintang. Karhutla juga terjadi di Jalan Sintang-Putussibau, tepatnya di belakang Kantor Arsip Desa Jerora, Kecamatan Sintang.

Ilustrasi Anak Laki-laki Pakai Masker. Foto: Shutterstock

Selain itu, kebakaran terjadi di Desa Balai Agung dan Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian; Rawa Mambok, BTN Amora Tugu Jam, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang; Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang; serta Nanga Tempunak, Kecamatan Tempunak.

Berdasarkan data yang diterima BPBD Sintang, total perkiraan luas lahan yang terbakar dari sejumlah titik tersebut mencapai sekitar 18 hektare.

Karhutla di kawasan Desa Anggah Jaya, Dusun Mangkuk Matai, sekitar PLTU Sungai Ringin, diperkirakan mencapai enam hektare. Sementara itu, kebakaran di belakang Kantor Arsip Desa Jerora mencapai sekitar satu hektare.

Di Desa Balai Agung, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare, sedangkan di Desa Sungai Ukoi sekitar dua hektare. Kebakaran di Rawa Mambok diperkirakan mencapai satu hektare.

Sementara itu, luas lahan yang terbakar di Kelurahan Mengkurai dan Nanga Tempunak masih belum diketahui. Adapun satu titik lainnya di Desa Anggah Jaya, Dusun Mangkuk Matai, yang berada dekat permukiman warga, diperkirakan mencapai tiga hektare.

BPBD Sintang bersama unsur terkait masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi. Titik yang masih dalam penanganan antara lain di sekitar PLTU Sungai Ringin, Desa Balai Agung, Desa Sungai Ukoi, Kelurahan Mengkurai, Nanga Tempunak, serta titik karhutla di Desa Anggah Jaya yang berada dekat permukiman warga.