Mahasiswa Unhas Diperlonco Senior: Dipaksa Push-up hingga Ditampar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar mengalami perpeloncoan dan dianiaya seniornya.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa disuruh push-up hingga ditampar. Lokasi perpeloncoaan itu berada di area kampus dan terjadi pada malam hari.

Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ishaq mengatakan pihak kampus telah mengetahui dugaan perpeloncoan itu sebelum videonya viral di media sosial.

"Sebelum postingan ini muncul, sebenarnya ini sementara dalam proses penanganan. Kami sayangkan (viral) karena mahasiswa ternyata memposting juga ke media sosial, padahal sementara dalam penanganan. Meskipun demikian, kami tetap menghargai langkah tersebut," kata Ishaq kepada kumparan, Senin (7/9).

Ia mengatakan pihak kampus telah mengambil sejumlah langkah untuk menangani kasus tersebut, termasuk memeriksa sejumlah pihak dan mengumpulkan keterangan terkait dugaan kekerasan senior terhadap junior.

"Siang ini akan ada tindakan yang diambil oleh Fakultas dan Universitas, setelah kasus ini diklarifikasi dan ditelaah. Unhas saat ini sedang mengumpulkan keterangan dan informasi dari berbagai pihak yang terkait dengan kasus tersebut," tegasnya.

Ia menegaskan Unhas tidak pernah menoleransi aksi kekerasan maupun perpeloncoan di lingkungan kampus. Pihak-pihak yang terbukti terlibat akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Unhas berkomitmen sangat kuat untuk menghapus segala bentuk kekerasan dan segala tindakan yang mencederai integritas kampus," tandasnya.